8 Tim ‘Kuda Hitam’ di Liga Champions Musim 2025/26

22.09.2025
8 Tim 'Kuda Hitam' di Liga Champions Musim 2025/26
8 Tim 'Kuda Hitam' di Liga Champions Musim 2025/26

Di setiap musim Liga Champions, sorotan selalu tertuju pada raksasa-raksasa Eropa seperti Real Madrid, Bayern Munchen, atau Manchester City. Namun, di balik gemerlap nama-nama besar itu, selalu ada tim-tim kejutan yang siap mengguncang panggung.

Kompetisi Liga Champions musim ini menghadirkan format baru yang lebih kompetitif, memberikan ruang bagi tim-tim non-unggulan untuk bersinar. Dari klub-klub yang sedang naik daun hingga mereka yang diam-diam membangun skuad tangguh, daftar ini mencerminkan pesona sepak bola yang tak pernah bisa diprediksi. Tim-tim ini mungkin tidak memiliki trofi sebanyak para raksasa, tetapi semangat, strategi, dan talenta muda mereka menjadikan mereka ancaman nyata.

Bayangkan sebuah tim dari liga yang jarang disorot, tiba-tiba mengalahkan juara bertahan di babak knockout, atau klub dengan anggaran terbatas yang mampu menandingi kekuatan finansial klub papan atas. Inilah keajaiban Liga Champions, di mana mimpi bisa menjadi kenyataan. Artikel ini akan mengupas delapan tim yang punya peluang untuk menciptakan kejutan besar musim ini.

Siapa saja mereka? Dari kebangkitan klub-klub bersejarah hingga munculnya kekuatan baru, berikut adalah tim-tim yang patut diawasi. Mereka siap menorehkan sejarah dan membuktikan bahwa di Liga Champions, tak ada yang benar-benar mustahil.

1. Napoli

Napoli kembali ke Liga Champions dan dianggap sebagai salah satu tim yang patut diwaspadai. Di bawah asuhan Antonio Conte, sang juara Serie A selalu tahu cara mengubah pemain-pemain yang kurang dikenal menjadi bintang besar. Kedatangan Rasmus Hojlund dan Kevin De Bruyne menjanjikan akan membantu Napoli menyulitkan tim-tim papan atas dari babak kualifikasi.

2. Tottenham Hotspur

Tottenham telah memenangkan trofi Eropa pertama mereka dalam 41 tahun, tetapi mereka masih harus membuktikan diri di Liga Champions. Spurs belum memberikan kesan yang signifikan di turnamen ini, selain mencapai final pada tahun 2019. Manajer Thomas Frank diharapkan dapat membawa Tottenham melaju jauh musim ini.

3. Athletic Bilbao

Pada musim panas 2025, Athletic Bilbao berhasil mempertahankan Nico Williams. Williams bersaudara memainkan peran yang sangat penting dalam skuad asuhan pelatih Ernesto Valverde. Bilbao selalu memiliki gaya bermain yang sangat mengganggu, sehingga mampu menciptakan kejutan di Liga Champions tahun ini.

4. Atalanta

Atalanta masih mempertahankan skuad yang kuat musim ini. Perwakilan Serie A ini tergabung dalam grup mudah di babak kualifikasi sehingga diharapkan mampu membuat perbedaan di Liga Champions.

5. Villarreal

Villarreal memiliki pemain seperti Nicolas Pepe dan Ayoze Perez, jadi mereka seharusnya tidak takut menghadapi lawan mana pun. “Kapal Selam Kuning” mencapai semifinal pada tahun 2022 dan memulai musim 2025/26 dengan performa impresif di LaLiga.

6. Newcastle United

Newcastle menarik perhatian Eropa ketika mereka mengalahkan PSG 4-1 di St James’ Park pada Oktober 2023, meskipun gagal lolos dari babak penyisihan grup dengan format lama. The Magpies kembali dengan tekad yang lebih besar kali ini. Namun, pelatih Eddie Howe dan timnya perlu belajar menyeimbangkan Liga Champions dan Liga Primer jika ingin melaju jauh di turnamen ini.

7. AS Monaco

AS Monaco mungkin belum kembali ke level terbaiknya bersama Kylian Mbappe , tetapi mereka memiliki daya gedor untuk membuat kejutan di Liga Champions. Dengan pemain-pemain seperti Mika Biereth, Denis Zakaria, dan Lamine Camara, serta duo pemain mapan Paul Pogba dan Ansu Fati, Monaco berada di posisi yang tepat untuk membuat perbedaan, terutama karena mereka tidak akan menghadapi tim kuat mana pun di babak kualifikasi.

8. Galatasaray

Galatasaray adalah salah satu dari sedikit tim Turki yang memiliki striker kelas dunia seperti Victor Osimhen. Setelah menghabiskan 75 juta euro untuk mendapatkan striker Nigeria tersebut, Galatasaray ingin memulihkan posisinya di Eropa. Osimhen bisa menjadi nama yang akan membantu Galatasaray menyulitkan tim-tim besar seperti Liverpool atau Manchester City di babak kualifikasi.

Scr/Mashable