Artwork Social Remedial - CAL
Artwork Social Remedial - CAL

Cal dan ‘Social Remedial’: Saat Jempol Netizen Lebih Tajam dari Fakta

Enggak mau lari dari kesalahan, tapi Cal menolak diam soal fitnah. "Social Remedial" adalah cermin buat kita semua.
16.12.2025

Dunia digital itu hutan rimba. Siapa saja bisa jadi hakim, jaksa, sekaligus algojo tanpa perlu tahu duduk perkaranya secara utuh. Realita inilah yang coba diurai oleh Cal lewat single terbarunya, “Social Remedial”.

Setelah sebelumnya melepas “Kini Semua Menjadi Sunyi”, musisi bernama asli Gilang Hasan Dharmawan ini kembali dengan narasi yang jauh lebih berani. Lagu ini lahir dari perenungan panjangnya selama dua tahun terakhir (2023–2024). Sebuah periode yang penuh evaluasi diri, tanggung jawab, dan upaya pemulihan mental.

Bukan Pembelaan Diri, Tapi Koreksi Realita

Penting buat dicatat: Cal enggak merilis lagu ini buat cuci tangan.

Dia enggak menampik kalau di masa lalu dia memang melakukan kesalahan dan sudah menghadapi konsekuensinya. Tapi, masalahnya bukan di situ. Masalah muncul ketika kesalahan itu digoreng menjadi bola liar. Narasi tambahan yang ngawur, asumsi tanpa dasar, sampai fitnah yang enggak terverifikasi menyebar luas di ruang digital.

Ekosistem media sosial kita seringkali buta konteks dan miskin empati. Itulah yang bikin Cal gerah.

Liriknya lugas dan repetitif, seolah menegaskan pesan yang pengen dia sampaikan: “Sosial media tajam / Kebenaran kadang tenggelam.”

Potongan lirik itu menampar budaya kita yang hobi berkomentar sadis dan menghakimi tanpa klarifikasi. Cal menegaskan kalau “Social Remedial” bukan upaya menempatkan diri sebagai korban. Ini adalah cara dia mengubah pengalaman pahit itu jadi sesuatu yang konstruktif.

CAL
CAL

“Ini adalah cara saya mengekspresikan apa yang saya pelajari dari masa lalu—tentang bagaimana saya harus lebih berhati-hati, lebih memahami dampak tindakan saya, dan bagaimana saya melihat sisi gelap media sosial dari dekat,” ungkap penyanyi kelahiran 2002 ini.

Menuju Album ‘Narasi’

Buat yang mengikuti perjalanan Cal sejak EP Anthracite Grey (2022) atau album Notion (2023), pasti sadar kalau musiknya selalu personal dan atmosferik.

“Social Remedial” ini jadi jembatan penting menuju album keduanya yang bakal datang, bertajuk “Narasi”. Album ini nantinya bakal jadi perayaan pelepasan dari segala peristiwa besar yang terjadi sepanjang dua tahun terakhir. Cal mencoba membuka babak baru, di mana luka lama justru jadi penunjuk arah buat menjadi versi diri yang lebih utuh.

Lagu ini sudah bisa didengarkan di berbagai platform. Dengerin baik-baik, mungkin kita perlu ngaca sebentar sebelum mengetik komentar jahat lagi di lapak orang lain.

Songwriter & Vocal: Gilang Hasan Dharmawan | Producer, Composer, Arranger: Bill Gilbert | Co-Producer: Gema Muhammad | Recording Studio: Caltara Studio | Mixing & Mastering: Rizki Maulana | Artwork & Photo: Zirlyan Faza



Don't Miss