Artwork K.I.M (Keep It Moving) - SATCF
Artwork K.I.M (Keep It Moving) - SATCF

SATCF dan ‘K.I.M’: Resep Lama yang Dirracik Ulang dengan Amarah Baru

Berdiri sejak 1999 dan masih belum kendor. SATCF buktikan kalau umur cuma angka lewat energi ledak-ledak di single baru.
17.12.2025

Malang! Kota ini kembali bergetar lewat distorsi. Unit Punk Rock veteran yang sudah eksis sejak 1999, SATCF, resmi melepas peluru terbaru mereka bertajuk “K.I.M (Keep It Moving)”.

Lagu ini bukan sekadar rilis rutin. Ini adalah pembuktian kalau band yang sudah berkarya lebih dari dua dekade ini enggak pernah kehabisan bensin. “K.I.M” hadir sebagai jembatan penghubung antara identitas lawas mereka dengan vibrasi musik yang lebih modern dan liar.

Rap Flow dan Melodic Hardcore

Kalau didengar seksama, single ini menggabungkan dinamika Melodic Hardcore yang kencang dengan flow rap yang agresif. Kedengarannya asing? Enggak juga. Adit (vokal/bass) menegaskan kalau ini sebenarnya adalah DNA lama SATCF yang dipoles ulang.

“Sound di ‘K.I.M’ sebenarnya adalah fondasi dari identitas kami. Kami sudah menjelajahi teritori seperti ini sejak album self-titled tahun 2011,” jelas Adit.

Bedanya, kali ini mereka menyuntikkan energi raw yang terinspirasi dari nama-nama kekinian kayak Joey Valence & Brae, intensitas End It, sampai eksperimen bunyi ala Angel Du$t. Hasilnya? Sebuah trek yang fresh tapi tetap punya nyawa khas SATCF.

Teriakan dari Bawah

Secara lirik, SATCF enggak mau basa-basi. Mereka menyuarakan keresahan soal ketidakadilan yang terus terjadi di sekitar kita. Penggalan lirik kayak “Aiming for the top, Started from the bottom now we here” menggambarkan semangat perjuangan yang enggak kenal mati.

Ini adalah kritik sosial, sekaligus ajakan buat terus bergerak maju walau keadaan lagi enggak berpihak.

SATCF
SATCF

Rencana Besar ke Depan

SATCF tampaknya lagi produktif banget. Adit membocorkan kalau mereka sudah menyiapkan serangkaian single baru. Lima lagu pertama—termasuk “K.I.M”—bakal menggunakan bahasa Inggris buat menangkap energi global. Tapi tenang, akar mereka sebagai orang Indonesia enggak dilupakan.

“Kami berencana untuk merilis satu atau dua lagu dalam bahasa Indonesia setelahnya,” tambah Adit.

Ke depannya, band yang digawangi Cahaya, Jaka, Jefri, Adit, dan Oneding ini bakal terus menjaga keseimbangan. Antara lagu upbeat yang penuh kritik sosial, sama lagu-lagu yang lebih personal dan relate dengan kehidupan sehari-hari.

Buat sekarang, langsung saja meluncur ke Spotify, Apple Music, atau YouTube. Dengarkan “K.I.M” dengan volume maksimal!

Full Band Recorded at: Griffin Recording Studio, Malang | Sound Engineer: Satrio “Ayok” Utomo | Guitar & Vocal Recorded at: Invasion Studio, Depok | Mixing & Mastering: Praditya Eka Putra (Invasion Studio) | Creative Artwork Layout: Indra Rahmawan (@indruraw) dan Wahyudi Prima Hadi (@uchillout)

Performed by SATCF:
Cahaya Satya Andhyka (Gitar) | Jaka Satya Putra (Drums) | Jefri Triharto (Gitar) | Aditya Kurniawan (Vocal, Bass) | Albertus Prima Karuniargo Oneding (Keyboard)



Don't Miss