Lima tahun adalah waktu yang lama di industri musik. Tren bisa berubah dari shoegaze ke koplo lalu balik lagi ke emo. Tapi buat unit alternatif asal Malang, Much, lima tahun jeda sejak 2020 justru jadi momen buat mengumpulkan nyawa.
Dan tepat pada 19 Desember 2025 kemarin, mereka akhirnya memecah keheningan lewat single terbaru bertajuk “Pendar”.
Ada dua kejutan di sini. Pertama, mereka masih hidup menjelang satu dekade usianya. Kedua, ini adalah kali pertama Much menanggalkan lirik bahasa Inggris dan memberanikan diri bernyanyi dalam Bahasa Indonesia.
Romantisasi Astigmatisme
Kalau lo mikir “Pendar” adalah lagu puitis tentang cahaya ilahi atau semacamnya, lo setengah benar. Tapi inspirasi aslinya jauh lebih mundane dan membumi: Mata Silinder.
Iya, lagu ini lahir dari penderitaan Dandy Gilang dkk. saat harus nyetir mobil pasca manggung malam-malam di jalan tol.
“Tiap kali nyetir pasca manggung, kami merasa cahaya yang kena mata pas di jalan tol tuh silau banget,” ungkap mereka.
Cahaya lampu jalan dan kendaraan yang pecah di mata silinder itu kemudian ditarik jadi metafora yang melankolis. Tentang momen hidup yang datang dan pergi secepat kilatan cahaya di jalan bebas hambatan. Dibalut aransemen pop ringan khas Much, lagu ini jadi terdengar reflektif tapi tetap easy listening.

Canggung yang Diterima
Transisi dari bahasa Inggris ke Indonesia atau Indonesia ke Inggris itu enggak gampang. Band indie pop seringkali terjebak jadi terdengar cemen atau kaku pas ganti bahasa. Much pun ngaku sempat canggung dan masih menyesuaikan diri saat membawakan “Pendar”.
Tapi, respon penonton saat mereka beberapa kali sesi live membuktikan sebaliknya. Lirik bahasa Indonesia justru malah bikin koneksi antara band (Dandy, Anggi, Risang, Vino, Pandu) dan pendengar jadi lebih intim. Dirilis di bawah naungan Guerilla Records (label Jakarta yang selera kurasinya enggak perlu diragukan), “Pendar” jadi bukti kalau Much masih relevan.
Realistis Menatap Masa Depan
Apakah ini pertanda album baru atau tur keliling dunia? Jangan berharap ketinggian dulu. Much bersikap realistis—atau mungkin stoik.
Rilisan ini diakui cuma sebagai medium buat ngeluarin uneg-uneg. Mereka sadar kalau sisa kebersamaan mereka makin terbatas (baca: kehidupan orang dewasa itu sibuk, Man).
“Kalau ditanya akan produktif terus atau enggak… kita liat bareng-bareng aja sisanya gimana,” tutup mereka santai.
Jadi, nikmati “Pendar” selagi ada. Dengerin lagu ini pas lagi nyetir malam-malam di tol. Kalau lampunya kelihatan pecah dan berpendar, berarti lo emang menjiwai lagunya—atau lo emang perlu ke dokter mata segera.









![I.\ Artwork: Pulang - PUTICS \ [by Hibatullah Sukma]](https://hellokepsir.com/storage/2026/01/CopyofARTWORKPULANGbyHibatullahSukm-1-1024x1024.jpeg)





![I.\ Artwork Bumi Menangis - Man Sinner [unplugged version]](https://hellokepsir.com/storage/2026/01/ArtworkBumiMenangisManSinner-1024x1024.jpg)





