Di Indonesia Timur, Moke—minuman tradisional khas Flores—punya reputasi legendaris. Rasanya keras, pahit, dan bisa bikin siapa saja bicara jujur (atau ngawur).
Tapi di tangan Ave, rapper asal Kupang yang baru saja direkrut label FloorInc, Moke diubah fungsinya. Cairan fermentasi ini tidak lagi cuma jadi pemicu mabuk di tongkrongan, tapi jadi amunisi lirik buat menembak orang-orang yang sirik.
Lewat single terbarunya berjudul “MOKE” yang dirilis 21 November lalu, Ave mengajak GunZ, rapper asal Papua, untuk bersenang-senang di atas beat sambil menyindir mereka yang “panas” melihat kesuksesan orang lain.
Rasa Pahit yang Spesifik
Konsep lagunya sederhana tapi ngena. Ave mengambil sifat dasar Moke—rasanya yang pahit—sebagai personifikasi dari suasana hati para haters.
Ide ini muncul dari pengalaman personal Ave sendiri. Sejak ia mulai aktif pamer karya dan mencuri perhatian lewat single “NONA” pada pertengahan 2024, kolom komentarnya mulai diisi suara-suara sumbang.
“Ada saja yang tidak suka. Mereka memberikan pendapat negatif, tapi tanpa isi. Lagu ini sangat tepat menggambarkan situasi itu,” jelas Ave.
Jadi, kalau lo merasa tersindir pas denger lagu ini, mungkin hati lo emang lagi sepahit sopi atau moke.
Aliansi Kupang-Papua
Keputusan mengajak GunZ bukan langkah sembarangan. Ini adalah upaya Ave. memperluas radius ledakan karyanya. Kolaborasi ini mempertemukan dua dialek kuat dari Timur Indonesia dalam satu track.
Ave., yang tumbuh mendengarkan J. Cole, Mac Miller, dan Smino, tetap mempertahankan identitas lokalnya. Dia sadar betul bahwa di era global ini, menjadi lokal adalah cara terbaik untuk terdengar beda. Flow boleh modern, tapi logat dan diksi tetap merepresentasikan tanah kelahirannya.
“Instrumental atau genre boleh berbeda-beda saat bereksperimen, tapi aku yakin, saat mendengar flow musikku, orang langsung tahu kalau ini Ave,” tegasnya.
Pemanasan Sebelum Menu Utama
Bergabung dengan FloorInc jadi langkah besar buat Ave.. Dan “MOKE” sepertinya cuma hidangan pembuka.
Rapper yang memproduseri lagunya sendiri ini mengaku sedang menyiapkan mixtape gado-gado genre, plus sebuah EP baru yang bakal balik ke mode lover boy alias cinta-cintaan kayak di lagu “NONA”.
Tapi sebelum masuk ke fase romantis itu, Ave. merasa perlu membereskan urusan dengan para haters dulu. Dan caranya elegan: tuangkan “MOKE” ke gelas audio, biarkan yang tidak suka menelan rasa pahitnya sendiri.
Dengerin lagunya sekarang di platform digital. Hati-hati, flow-nya memabukkan.



![I.\ Artwork: Pulang - PUTICS \ [by Hibatullah Sukma]](https://hellokepsir.com/storage/2026/01/CopyofARTWORKPULANGbyHibatullahSukm-1-1024x1024.jpeg)





![I.\ Artwork Bumi Menangis - Man Sinner [unplugged version]](https://hellokepsir.com/storage/2026/01/ArtworkBumiMenangisManSinner-1024x1024.jpg)





