Kota Bogor dan musik yang moody itu pasangan serasi. Hujan yang awet seringkali butuh soundtrack yang spesifik. Dan Meraung, unit indie pop yang digawangi Nadya, Dindin, Tata, Ajie, dan Iman, paham betul cara mengisi ruang dengar itu.
Setelah melepas “Angkasa” Agustus lalu, Meraung kembali pada 22 Desember 2025 dengan manuver baru lewat single “Every Little Light”.
Ada dua hal yang bikin rilisan ini menonjol. Pertama, ini adalah kali pertama mereka menanggalkan Bahasa Indonesia dan beralih penuh ke lirik Bahasa Inggris. Kedua, referensi musiknya yang cukup liar.
Melodi Jepang, Tekstur Amerika
Meraung secara terbuka menyebut L’Arc~en~Ciel dan Whirr sebagai cetak biru aransemen lagu ini.
Bayangin melodi vokal dan gitar yang catchy dan emosional ala J-Rock era Hyde dkk., tapi dibalut dengan lapisan reverb dan atmosfer dreamy yang tebal khas band shoegaze Amerika, Whirr.
Hasilnya adalah trek yang renyah tapi bertekstur. Dindin (gitaris) yang menulis lagu ini berhasil menerjemahkan referensi tersebut menjadi identitas Meraung sendiri: Indie pop yang hangat, atmosferik, tapi punya hook yang nempel di kepala.

Cahaya di Tengah Kabut
Secara lirik, lagu yang digarap bareng Ajie (bassis) ini berfungsi sebagai obat penenang.
“Every Little Light” menyoroti hal-hal mikroskopis yang sering luput dari pandangan mata: senyum tipis, momen kebersamaan, dan rasa hangat yang muncul tiba-tiba. Meraung mencoba bilang bahwa di tengah kegelapan hidup (atau cuaca Bogor yang mendung), cahaya-cahaya kecil inilah yang bikin kita tetap waras.
Strategi ‘Gatekeeping’ yang Elegan
Alih-alih langsung melemparnya ke lautan algoritma Spotify, Meraung memilih jalur sunyi. Saat ini, “Every Little Light” dirilis secara eksklusif di Bandcamp.
Ini langkah klasik buat membangun kedekatan intim dengan pendengar loyal. Mereka ingin lagunya didengar dengan niat, bukan cuma jadi background noise.
Lagu ini juga didapuk sebagai pembuka gerbang menuju EP kedua mereka yang dijadwalkan rilis awal tahun depan. EP yang kabarnya bakal full berbahasa Inggris, menandakan bahwa Meraung siap memperluas radar jangkauan mereka ke telinga yang lebih global.
Jadi, kalau lo penasaran gimana rasanya vibes Jepang ketemu shoegaze dalam format pop yang manis ala Meraung, silakan meluncur ke halaman Bandcamp mereka.

![I.\ Artwork: Pulang - PUTICS \ [by Hibatullah Sukma]](https://hellokepsir.com/storage/2026/01/CopyofARTWORKPULANGbyHibatullahSukm-1-1024x1024.jpeg)












![I.\ Artwork Bumi Menangis - Man Sinner [unplugged version]](https://hellokepsir.com/storage/2026/01/ArtworkBumiMenangisManSinner-1024x1024.jpg)





