Artwork: The World Make Sense Somehow - Bassst
Artwork: The World Make Sense Somehow - Bassst

Bassst dan ‘The World Make Sense Somehow’: Merayakan Paradoks Perasaan di Penghujung Tahun

Hidup itu enggak melulu soal bahagia atau sedih. Kadang keduanya hadir beriringan, dan Bassst merangkumnya jadi dua lagu manis.
29.12.2025

Bagi sebagian musisi, akhir tahun adalah garis finis. Tapi bagi Bastya Indrawan, ini justru garis start.

Setelah malang melintang di skena musik bersama Eas.y dan Bitter Club, Bastya memutuskan untuk melangkah sendiri dengan nama panggung Bassst. Babak baru ini ditandai dengan perilisan sebuah Maxi Single (rilisan dua lagu) bertajuk “The World Make Sense Somehow”.

Debut ini bukan cuma soal ganti nama, tapi soal keberanian menelanjangi dua sisi emosi yang bertolak belakang: kenyamanan dan ketakutan.

Dua Kutub yang Berbeda

Maxi Single ini memuat dua trek: “The World Make Sense Somehow” dan “Glances”. Bassst sengaja menyandingkan kedua lagu ini untuk memotret realitas hidup yang seringkali kontradiktif.

Di trek utama, “The World Make Sense Somehow”, Bassst menawarkan optimisme. Lagu ini menggambarkan momen ketika kehadiran orang terkasih—bisa pasangan, anak, atau teman kerja yang asik—tiba-tiba membuat kekacauan dunia terasa masuk akal. Lirik “I’ve been, running in circles trying, to belong right here” menjadi penanda pencarian tempat pulang yang akhirnya ditemukan.

Sebaliknya, “Glances” menyeret pendengar ke sudut yang lebih gelap dan vulnerable. Di sini, Bassst bicara soal rasa takut. Takut mencintai, takut memulai hal baru, bahkan takut untuk sekadar dicintai balik. Lagu ini terasa lebih personal dan mentah, seolah menjadi penyeimbang dari trek pertama yang penuh harapan.

“Dua lagu ini berangkat dari kejadian yang cukup kontras. Baik-buruk, sedih-bahagia, bersyukur-takut, semuanya memiliki keterkaitan,” jelas Bassst.

Bastya Indrawan a.k.a Bassst
Bastya Indrawan a.k.a Bassst

Estetika Sophisti-pop

Secara produksi, Bassst tidak malu-malu mengakui kiblatnya. Pengaruh Sophisti-pop ala Lany, narasi personal ala Taylor Swift, hingga nuansa soulful James Bay terasa kental.

Bastya meracik unsur electro-pop dengan sentuhan dream-pop yang manis. Hasilnya adalah musik yang easy listening tapi punya kedalaman atmosfer. Hampir seluruh proses produksi mulai dari rekaman hingga mixing-mastering dikerjakan sendiri oleh Bassst secara mandiri.

Meski begitu, ia tetap membuka ruang kolaborasi. Di trek “Glances”, ia dibantu Ayesa Almanda dalam penulisan lagu, serta Fajrin Jauhari di departemen vokal latar. Video liriknya pun digarap apik oleh Rizky Exa Mardiansyah.

Pesan untuk Terus Berjalan

Lewat debut ini, Bassst ingin menyampaikan pesan sederhana namun krusial: Bahwa hidup itu dinamis.

“Karena pada dasarnya hidup gak selalu sedih dan gak selalu senang terus. Pasti ada naik dan turunnya, jadi gak perlu takut,” pungkasnya.

Trek “Glances” sendiri disebut-sebut sebagai demo untuk single berikutnya yang akan rilis Februari nanti. Tapi untuk sekarang, mari nikmati dulu perkenalan manis dari Bassst yang sudah tersedia di seluruh platform digital mulai 19 Desember 2025.

Artis: Bassst | Judul Single 1: The World Make Sense Somehow | Judul Single 2: Glances | Genre: Electro Pop / Dream Pop | Tanggal Rilis: 19 Desember 2025 | Penulis Lagu: Bastya Indrawan & Ayesa Almanda (Glances) | Produser: Bastya Indrawan | Mixing & Mastering: Bastya Indrawan | Vokal Latar: Fajrin Jauhari | Sutradara Video Lirik: Rizky Exa Mardiansyah