F.\ Artwork: Juli tak ada, 'tuk kesekian kali ku menggambar fana
F.\ Artwork: Juli tak ada, 'tuk kesekian kali ku menggambar fana

Seraya Pulang dan Seni Menerima Kenyataan Lewat Lagu Berjudul 10 Kata

Judulnya panjang, napas lo mungkin abis pas bacanya. Tapi pesannya singkat: Stop berkhayal soal kehidupan selanjutnya.
03.01.2026

Judul single debut band Pop Jazz asal Bandung-Jakarta ini panjangnya minta ampun: “Juli tak ada, ’tuk kesekian kali ku menggambar fana”. Kalau lo membacanya dalam satu tarikan napas, lo mungkin butuh inhaler setelahnya.

Tapi di balik judul yang terdengar seperti status MSN zaman purba itu, Seraya Pulang menawarkan sesuatu yang langka di pasar lagu sedih Indonesia: Logika.

Dirilis pada 23 November 2025 kemarin, lagu ini hadir sebagai penawar racun bagi kalian yang hobi mengonsumsi konten “maybe in another life”. Tahu kan? Jenis kesedihan yang bikin lo berkhayal kalau lo dan mantan lo bakal jadian lagi di semesta paralel sebagai kucing atau amuba.

F.\ Seraya Pulang
F. Seraya Pulang

Penerimaan yang Kejam tapi Anggun

Lagu ini bercerita tentang fase Life After Break Up. Tapi bedanya, Seraya Pulang enggak ngajak lo nangis guling-guling. Mereka ngajak lo duduk tegak, minum kopi, dan sadar kalau perpisahan itu ya perpisahan. Titik.

“Juli tak ada” adalah metafora hilangnya momen itu, sementara “menggambar fana” adalah sindiran buat lo yang masih aja menyangkal takdir.

Mereka menolak jebakan romantisasi klise. Dalam liriknya, mereka menegaskan: “Tak ada penyesalan, tak ada semesta lain / Bahkan sekarang, dahulu atau nanti / Ini hanya aku, tak layaknya kamu, selalu.”

Ini adalah cara sopan untuk bilang: “Bro, enggak usah nunggu universe lain. Di universe ini aja kalian udah enggak cocok. Terima aja.”

Jazz yang Menghangatkan Hati yang Dingin

Pesan “dingin” itu dibalut dengan musik yang hangat. Formasi Kiyara (Vokal), Petra (Gitar), Samuel (Piano), Ryan Tanjung (Drum), dan Rafi (Bass) meramu aransemen Pop Jazz yang renyah. Tipe musik yang enak didengar pas hujan sore-sore sambil mikirin cicilan yang enggak udah-udah, bukan mikirin mantan.

Mereka menyebut musik mereka sebagai teman jalan pulang. Dan rasanya pas. Pulang ke mana? Pulang ke realita. Bahwa beberapa orang memang cuma mampir buat ngasih pelajaran, bukan buat menetap sampai kiamat.

Jadi, simpan tisu lo. Dengarin lagu ini, dan berhentilah berharap pada another life. Hidup lo yang sekarang aja belum beres, ngapain mikirin hidup yang lain?




Don't Miss