I.\ Artwork: Orang-Orang Telah Berpikir - AELEA
I. Artwork: Orang-Orang Telah Berpikir - AELEA

AELEA ‘Orang-Orang Telah Berpikir’: Soundtrack Buat Lo yang Hobi Mengamati Manusia dari Kejauhan

Berhenti sejenak, amati sekitar, lalu dengarkan EP ini.
06.01.2026

Pernah enggak lo duduk sendirian di kedai kopi atau halte, terus diam-diam memperhatikan orang-orang yang lalu-lalang? Menebak apa yang ada di isi kepala mereka, atau menerka masalah apa yang sedang mereka pikul?

Kegiatan “mengamati” itulah yang menjadi nyawa dari EP terbaru Aelea bertajuk “Orang-Orang Telah Berpikir”.

Dirilis pada 22 Desember 2025 kemarin, mini album ini lahir dari kebiasaan para personelnya yang suka memotret momen lewat mata. Dari percakapan yang terputus, wajah-wajah lelah di jalanan, sampai keheningan yang panjang.

Setahun Meramu Bunyi

Proses kreatif EP ini memakan waktu yang lumayan panjang, nyaris setahun sejak mereka melepas singleSelumbari” pada November 2024. Sang otak di balik lirik dan materi dasar, Riza Wahyudi Herly (Yudi), butuh waktu untuk memastikan benang merahnya enggak putus.

Secara musikal, Aelea jelas punya selera yang bagus. Mereka menyerap energi dari Indie Pop, British Pop, sampai Math Pop. Kalau lo merasa ada percikan vibe ala Blur, The Stone Roses, The Temper Trap, atau sentuhan lokal ala Efek Rumah Kaca di sini, kuping lo enggak salah.

Pemilihan diksinya sengaja dibuat ambigu dan penuh metafora, membiarkan pendengar punya tafsirnya sendiri.

AELEA
AELEA

Dari Suara Tawa sampai Kesombongan

EP ini berisi enam lagu yang masing-masing punya karakter manusia yang berbeda. Ada “Superior” dan “Selumbari” yang sudah rilis duluan sebagai pondasi. Tapi kejutan-kejutan manis ada di trek lainnya.

Coba dengar trek “Seru”. Sebelum vokal Aan Surya Pradana masuk, lo bakal disuguhi komposisi gitar Telecaster khas Yudi yang dibalut suara tawa anak-anak dan kawan tongkrongan (termasuk suara anak dari sang drummer, Saddam, dan Anjas si eks-bassis). Lagu ini rasanya kayak rangkuman kebahagiaan sederhana di sekitar kita.

Lalu ada “Sabda”, sebuah sindiran halus buat mereka yang hobi meninggikan diri sendiri dan merasa paling benar. Kontras dengan “Sahaja”, lagu buat karakter masa bodoh yang memilih mengalir aja karena udah bosan sama drama kehidupan.

Semuanya ditutup dengan “Sukacita”, lagu yang merayakan kebahagiaan karena bisa memberi sesuatu pada orang tersayang.

Kesimpulan Kecil

“Orang-Orang Telah Berpikir” bukan album yang menggurui. Aelea enggak mencoba jadi motivator. Mereka cuma penyampai pesan, perangkum kejadian, dan teman buat lo yang mungkin juga lagi sibuk berpikir dan memaknai hidup.

Album ini sudah bisa lo dengarkan di semua platform digital termasuk Bandcamp. Saran gue: dengarkan sambil bengong sore-sore. Rasanya pas banget.




Don't Miss