F.I.\ Artwork: Anxiety - SACRIFICE FOR LIFE (SFL)
F.I. Artwork: Anxiety - SACRIFICE FOR LIFE (SFL)

SFL dan ‘Anxiety’: Teriakkan Kewarasan di Tengah Isi Kepala yang Bisingnya Minta Ampun

Kalau lo ngerasa sendirian dan isi kepala lo mau meledak, dengerin ini.
07.01.2026

Pernah enggak lo ngerasa sekeliling lo sunyi senyap, tapi isi kepala lo bisingnya kayak pasar malam yang lagi rusuh? Kalau iya, lo satu frekuensi sama unit cadas asal Surabaya, SACRIFICE FOR LIFE (SFL).

Lama enggak terdengar gaungnya, band yang lahir dari rahim skena underground Surabaya tahun 2009 ini balik lagi dengan amunisi baru bertajuk “Anxiety”. Dan percayalah, ini bukan lagu galau menye-menye. Ini adalah jeritan tolong yang dibalut distorsi.

Comeback Setelah Mati Suri

Sedikit kilas balik, SFL ini bukan pemain baru. Mereka sempat rajin manggung di era 2010-an sebelum akhirnya hiatus panjang di 2015 karena benturan realita (kerja, kuliah, dll).

Tapi, panggilan distorsi emang susah ditolak. Setelah reuni di acara “Nostalgila” tahun 2022 dan sadar kalau lagu-lagu lama mereka masih dinyanyikan para metalheads, Rona (Vokal), Permana (Gitar), Deo (Gitar), Kukuh (Bass), dan Thomi (Drum) sepakat buat nyalain api lagi.

F.\ SACRIFICE FOR LIFE (SFL)
F.\ SACRIFICE FOR LIFE (SFL)

Anthem Buat Generasi ‘Burnout’

“Anxiety” lahir dari kegelisahan kolektif. Tentang tekanan sekolah, sikut-sikutan di dunia kerja, sampai drama keluarga yang bikin muak. SFL menggambarkan rasanya berdiri di pinggir jurang, di mana melompat terasa jadi opsi yang masuk akal.

Tapi tenang, mereka enggak menyuruh lo buat lompat. Justru lewat lagu ini, SFL mengulurkan tangan.

“Musik menjaga kewarasan kami dan menjadi tempat bersandar,” ujar mereka.

Liriknya gelap dan direct. Bagian “Anxiety… Gnaws me from within” (Kecemasan… Menggerogotiku dari dalam) diteriakkan dengan emosi yang raw. SFL menegaskan bahwa kecemasan itu penyakit nyata, bukan tanda kelemahan, apalagi cuma drama “kurang ibadah” kayak yang sering dibilang boomer (tapi iyasih kata emak gue).

Jangan Berjuang Sendirian

Di balik musiknya yang keras, pesan lagu ini sebenernya hangat: Lo enggak sendirian.

Di era di mana Gen-Z sering dibilang lembek, SFL justru memvalidasi perasaan itu. Bahwa bertahan hidup dari tajamnya omongan orang dan tekanan hidup itu emang berat.

Buat lo yang sekarang lagi ngerasa dada sesak, sulit napas, atau merasa tenggelam, coba putar lagu ini kencang-kencang. Kadang, cara terbaik buat ngelawan bisingnya isi kepala adalah dengan mendengarkan musik yang lebih bising lagi.




Don't Miss