Manchester United sedang mempertimbangkan Michael Carrick dan Ole Gunnar Solskjaer untuk posisi manajer interim hingga akhir musim.
Menurut The Times , direktur teknik Manchester United, Christopher Vivell, cenderung memilih Michael Carrick sebagai manajer interim. Vivell percaya Carrick memiliki gaya sepak bola yang khas, dan dengan pemain-pemain berkualitas tinggi yang saat ini ada di MU, ia dapat membuat perbedaan.
Vivell menilai Carrick lebih tinggi daripada Solskjaer karena direktur teknik Manchester United itu percaya bahwa metode kepelatihan Ole agak ketinggalan zaman, mengingatkan pada era Sir Alex Ferguson. Carrick, di sisi lain, memiliki pendekatan yang lebih modern.
Carrick, mantan gelandang Manchester United , sebelumnya menjabat sebagai manajer interim di klub tersebut dan tampil mengesankan selama masa jabatannya di Middlesbrough sebelum dipecat. Sementara itu, Solskjaer sangat dihargai oleh keluarga Glazer, Sir Jim, dan CEO Omar Berrada.
Solskjaer telah menunjukkan kemauan yang besar, memberi sinyal kesiapannya untuk kembali ke Old Trafford sebagai manajer interim, terlepas dari durasi kontrak atau gaji. Setelah pemecatan Ruben Amorim, MU sedang dalam proses mencari solusi jangka panjang untuk posisi manajer.
Selama dua hari ke depan, manajemen “Setan Merah” akan melanjutkan negosiasi dengan Solskjaer dan Carrick. Adapun untuk pertandingan melawan Brighton, Fletcher akan tetap bertanggung jawab. Keputusan ini dibuat setelah Fletcher memimpin MU meraih hasil imbang 2-2 melawan Burnley pada pagi hari tanggal 8 Januari.
CEO Omar Berrada dan Direktur Sepak Bola Jason Wilcox telah menegaskan bahwa mantan gelandang Skotlandia itu akan tetap bertanggung jawab atas pertandingan Piala FA akhir pekan ini.
Manchester United Menawarkan Bonus kepada Solskjaer
Ole Gunnar Solskjaer muncul sebagai salah satu opsi yang dipertimbangkan Manchester United untuk posisi manajer interim hingga akhir musim 2025/26.
Menurut media Norwegia, jika Solskjaer menerima tawaran untuk kembali melatih Manchester United sebagai manajer interim, ia akan menerima gaji sekitar £50.000-£60.000 per minggu. Yang perlu diperhatikan, pelatih asal Norwegia ini juga bisa menerima bonus hingga £3-4 juta jika ia membantu “Setan Merah” lolos ke Liga Champions musim depan.
Ini dipandang sebagai klausul insentif yang bertujuan untuk meningkatkan tujuan terpenting MU untuk sisa musim ini.
Namun, kemungkinan kesepakatan ini diselesaikan segera sangat rendah. Sumber tersebut mengindikasikan bahwa praktis tidak akan ada perkembangan baru terkait Solskjaer pada tanggal 8-9 Januari. Hal ini karena sang manajer akan menghadiri pemakaman ahli strategi sepak bola legendaris Norwegia, Age Hareide.
Solskjaer bukanlah orang asing dalam skenario menyelamatkan Manchester United. Pada tahun 2018, ia ditunjuk sebagai manajer interim setelah Jose Mourinho dipecat dan dengan cepat memberikan dampak signifikan pada mantan klubnya.
Setelah 19 pertandingan sebagai pelatih, Solskjaer membawa MU meraih 14 kemenangan, 2 hasil imbang, dan 3 kekalahan, dengan tingkat kemenangan 74%. Rekor yang mengesankan ini membuat mantan striker “Setan Merah” itu diangkat sebagai pelatih kepala tetap di Old Trafford.
Terlepas dari kontroversi yang melingkupi masa jabatannya sebelumnya, Solskjaer masih sangat dihargai karena kemampuannya untuk menstabilkan ruang ganti, membangun suasana positif, dan memiliki pemahaman mendalam tentang budaya klub. Inilah juga mengapa ia terus mendapatkan kepercayaan dari pimpinan Manchester United.
Scr/Mashable
















