Kalau lo mikir Magetan cuma tempat transit buat ke Sarangan, lo harus dengerin band ini. Namanya Pemuda Berbakti. Kedengarannya kayak nama karang taruna masjid, padahal aslinya adalah empat orang berisik yang ugal-ugalan memainkan Heavy Rock/Garage Rock.
Pada 2 Januari 2026 kemarin, kuartet yang digawangi Sagita (Vokal), Kenny (Gitar), Mamen (Bass), dan Kelik (Drum) ini resmi melepas EP perdana bertajuk “Raja di Jalan”.
Dan percaya deh, musik mereka baunya kayak campuran oli, aspal kebakar, dan kopi lelet di pinggir jalan.
Respon Atas “Raja Jalanan” yang Arogansi
Hal paling menarik dari EP ini adalah trek judulnya, “Raja di Jalan”. Buat lo yang sering melintas di jalur Jawa Timur, lo pasti paham teror “Bus Lumba-Lumba” (sindiran buat bus-bus besar warna biru yang sering balapan nyawa).
Lagu ini menangkap arogansi itu dengan sempurna. Riff gitar yang kasar ketemu lirik “Minggir minggir jangan menghadang”, bikin lo berasa lagi dikejar bus Sumber Kencono di jalur tengkorak. Ini kritik sosial yang dibungkus sarkasme jalanan.

Darah Kustom Kulture dan Stoner Rock
Kenapa pake Garage Rock? Jawabannya ada di tongkrongan mereka. Anak-anak Pemuda Berbakti ini besar di sirkel motor kustom. Di sana, soundtrack wajibnya kalau enggak Stoner, Doom, ya Garage.
Pengaruh band kayak Red Fang atau Jangar terasa kental. Musiknya berat, kotor, dan cocok banget buat nemenin riding atau sekadar bengkelan. Mereka sering manggung di acara motor kayak Iron Buffalo atau Burnout, jadi mentalnya emang mental aspal.
Kritik Lingkungan dan Kemalasan Gen Z
Tapi EP ini isinya enggak cuma soal motor-motoran. Di lagu “Deforestasi”, mereka marah besar. Ada orasi soal hutan yang dibabat jadi tambang dan penggusuran lahan. Musiknya beneran jadi wadah kemarahan yang valid.
Kontrasnya, ada lagu “Berbahaya”. Ini lagu anthem buat kita semua yang pengen kaya tapi bangunnya kesiangan. Sebuah potret jujur tentang ambisi yang sering kepentok rasa malas.
Pemuda Berbakti membuktikan bahwa dari obrolan warung kopi di Magetan, bisa lahir karya yang solid. Mereka mungkin “berbakti” sama orang tua, tapi di panggung, mereka pembangkang yang asik.
EP “Raja di Jalan” sudah tersedia di semua layanan streaming. Sikat, sebelum lo disalip bus biru dari kiri.


![I.\ Artwork: Pulang - PUTICS \ [by Hibatullah Sukma]](https://hellokepsir.com/storage/2026/01/CopyofARTWORKPULANGbyHibatullahSukm-1-1024x1024.jpeg)









![I.\ Artwork Bumi Menangis - Man Sinner [unplugged version]](https://hellokepsir.com/storage/2026/01/ArtworkBumiMenangisManSinner-1024x1024.jpg)




