I.\ Single Artwork: Berdansa Berdua - Juno Chaniago
I.\ Single Artwork: Berdansa Berdua - Juno Chaniago

Juno Chaniago dan ‘Berdansa Berdua’: Romantisme Jazz 60-an yang Lahir dari Kamar Sendirian

Jazz berdebu buatan kamar. Juno Chaniago ngenalin diri lewat kesendirian.
20.01.2026

Biasanya, musik Jazz itu identik sama kemewahan instrumen yang dimainin banyak orang di satu ruangan. Tapi Juno Chaniago memilih jalan sunyi.

Pendatang baru ini siap memperkenalkan diri lewat single debut bertajuk “Berdansa Berdua” yang dijadwalkan rilis pada 20 Februari 2026. Juno nekat ngerjain semuanya sendirian alias Full DIY.

Mengejar Nuansa “Berdebu”

Juno punya visi spesifik: dia pengen ngejar sound Jazz ala tahun 60-an yang hangat, intim, dan terasa berdebu. Bayangin aja dulu suara piringan hitam tua yang diputer di ruang tengah yang sepi.

Aransemennya bakal dibikin minimalis. Cuma ada piano, organ, dan double bass yang berat. Lewat komposisi ini, Juno seolah ngajak pendengar masuk ke ruang tamu kosong, tempat di mana penyesalan lagi dirayakan sendirian.

Juno Chaniago
Juno Chaniago

Hubungan yang Mati Prematur

Secara cerita, “Berdansa Berdua” itu perih. Lagunya memotret hubungan yang selesai sebelum waktunya (prematur). Bukan karena orang ketiga, tapi karena keraguan yang dibiarin tumbuh liar.

Saking desperate-nya emosi di lagu ini, Juno sampai mutusin buat berhenti pakai lirik di bagian akhir.

“Di titik tertentu, lagu ini berhenti bicara melalui lirik dan memilih menyerahkan segalanya pada solo gitar elektrik,” ungkap Juno dalam siaran persnya. Solo gitar itu jadi ratapan panjang yang berdansa sendirian sebelum akhirnya hilang ditelan sunyi.

Tandain kalender lo. 20 Februari 2026, Juno Chaniago bakal ngajak lo berdansa dalam kesedihan yang estetik. Oiya, ada dua lagu lagi yang bakalan dirilis selanjutnya. Spolier: Harap yang Layu & Sudahlah, Percuma.

Pantengin instagram-nya Juno: >> Juno Chaniago




Don't Miss