Kepedulian mendalam terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh Grab Indonesia di tengah tantangan bencana banjir yang menyelimuti wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara sejak penghujung tahun 2025.
Sebagai perusahaan yang menempatkan aspek kemanusiaan di garis depan, Grab telah mengalokasikan bantuan kemanusiaan dengan nilai total mencapai lebih dari Rp1,8 miliar.
Langkah strategis ini bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan sebuah misi pemulihan komprehensif yang mencakup distribusi 6.000 paket logistik, bahan pangan pokok, hingga dukungan fasilitas medis yang krusial.
Melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai mitra strategis, Grab berupaya memastikan bahwa setiap bantuan dapat menjangkau garda terdepan mereka, mulai dari karyawan internal, mitra pengemudi, hingga masyarakat luas yang kini sedang berjuang untuk bangkit kembali.
Perjalanan kemanusiaan ini dimulai dari jantung internal perusahaan melalui sebuah gerakan solidaritas yang diinisiasi oleh para karyawan Grab atau yang akrab disapa sebagai Grabbers.
Dalam waktu singkat pada awal Desember 2025, terkumpul donasi yang difokuskan untuk membantu rekan kerja yang terdampak langsung di area Medan dan sekitarnya.
Melalui sinergi dengan platform BenihBaik.com, ratusan paket bantuan darurat serta voucher belanja disalurkan guna membantu pemulihan kondisi tempat tinggal serta memenuhi kebutuhan sanitasi keluarga.
Inisiatif ini membuktikan bahwa budaya empati telah mendarah daging di dalam ekosistem internal Grab, menciptakan ikatan kekeluargaan yang kuat di tengah situasi sulit.
Tidak berhenti pada lingkaran internal, Grab juga memperluas cakupan tangannya melalui payung program Grab for Goods untuk merangkul para Mitra Pengemudi dan Mitra Merchant yang menjadi tulang punggung mobilitas ekonomi.
Menyadari bahwa keberlangsungan hidup para mitra adalah kunci stabilitas sosial, Grab mengucurkan dana sebesar Rp1,2 miliar khusus untuk memberikan paket bantuan kepada lebih dari 5.300 mitra di wilayah Aceh dan Sumatera.
Dukungan ini diharapkan mampu menjadi energi tambahan bagi para mitra untuk tetap tangguh dalam menghadapi masa transisi, sekaligus memastikan kualitas hidup komunitas di Asia Tenggara tetap terjaga meskipun di tengah terpaan bencana alam.
Fleksibilitas Grab dalam merespons bencana juga terlihat dari kolaborasi taktis bersama Komunitas Postelsiar dan Digital Komdigi di fase awal tanggap darurat. Dengan menyisihkan donasi sebesar Rp250 juta, ratusan paket kebutuhan mendesak yang terdiri dari sembako, perlengkapan higienis, serta peralatan rumah tangga seperti kasur lipat dan selimut langsung didistribusikan ke titik-titik terdampak.
Kerja sama ini memastikan bahwa kebutuhan dasar warga yang kehilangan tempat tinggal atau yang sedang berada di pengungsian dapat terpenuhi secara cepat dan tepat sasaran, mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat kondisi lingkungan yang kurang kondusif pasca banjir.
Sektor kesehatan pun menjadi fokus utama dalam rangkaian aksi sosial ini, di mana Grab menggandeng Kementerian Kesehatan RI untuk mengamankan akses medis di wilayah-wilayah yang terisolasi.
Bantuan infrastruktur medis yang disalurkan meliputi puluhan genset berkapasitas besar untuk menunjang listrik di fasilitas kesehatan, tempat tidur pasien, hingga perangkat laptop untuk memperlancar administrasi di berbagai Puskesmas daerah Aceh Utara dan Tamiang.
Selain itu, perhatian khusus juga diberikan kepada masa depan generasi muda melalui kerja sama dengan Save the Children. Dukungan berupa paket makanan dan bantuan tunai sebesar Rp100 juta didedikasikan sepenuhnya untuk memastikan perlindungan dan kesejahteraan anak-anak di area bencana tetap menjadi prioritas utama selama masa pemulihan.
Menutup rangkaian inisiatif luar biasa ini, Neneng Goenadi selaku Chief Executive Officer Grab Indonesia menegaskan bahwa setiap individu dalam ekosistem Grab adalah prioritas yang tak terpisahkan.
Komitmen perusahaan untuk terus hadir di tengah masyarakat merupakan manifestasi dari semangat gotong royong yang menjadi identitas bangsa Indonesia. Bagi Grab, keberhasilan pemulihan di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara bukan hanya diukur dari angka bantuan yang disalurkan, melainkan dari seberapa cepat masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.
Dengan kolaborasi yang solid dan kepedulian yang konsisten, Grab optimis bahwa warga terdampak akan mampu melewati masa sulit ini dan kembali berdiri lebih kuat dari sebelumnya.
Scr/Mashable



















