Meta bersiap menguji layanan premium subscriptions atau langganan berbayar untuk Instagram, Facebook, dan WhatsApp dalam beberapa bulan ke depan. Meski begitu, Meta menegaskan layanan inti ketiga platform tersebut tetap bisa digunakan secara gratis.
Dalam skema yang direncanakan, pengguna tetap dapat menggunakan Instagram, Facebook, dan WhatsApp secara gratis. Namun, pelanggan berbayar akan memperoleh akses ke fitur tambahan, termasuk kemampuan AI yang lebih canggih dan sejumlah layanan eksklusif yang tidak tersedia bagi pengguna reguler.
Meta juga akan menguji langganan untuk fitur-fitur berbasis AI, salah satunya Vibes, aplikasi pembuatan video berbasis kecerdasan buatan yang diklaim mampu mengubah ide pengguna menjadi visual dengan alat kreasi AI terbaru. Vibes pertama kali diperkenalkan pada September lalu sebagai bagian dari pembaruan aplikasi Meta AI.
Selain mengembangkan fitur internal, Meta berencana memanfaatkan teknologi dari Manus, perusahaan AI yang didirikan di China dan diakuisisi Meta pada Desember 2025 dengan nilai transaksi yang dilaporkan mencapai US$2 miliar. Informasi tersebut pertama kali dilaporkan oleh TechCrunch.
Meski Manus akan menjadi bagian dari strategi langganan Meta, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu tetap akan menawarkan langganan Manus secara terpisah untuk segmen bisnis.
Dalam pengumuman sebelumnya, Meta menyebut akuisisi Manus bertujuan meningkatkan kemampuan AI mereka melalui pengembangan “agent”, yaitu alat yang mampu menyelesaikan tugas kompleks dengan interaksi minimal dari pengguna, seperti menyusun rencana perjalanan atau membuat presentasi.
“Talenta luar biasa dari Manus akan bergabung dengan tim Meta untuk menghadirkan agen serbaguna bagi produk konsumen dan bisnis kami, termasuk Meta AI,” tulis Meta dalam pernyataan resminya.
Manus, yang kini berbasis di Singapura setelah relokasi dari China, mengklaim memiliki teknologi agen AI yang benar-benar otonom. Berbeda dengan chatbot pada umumnya yang memerlukan instruksi berulang, Manus mengklaim sistemnya mampu merencanakan, mengeksekusi, dan menyelesaikan tugas secara mandiri sesuai arahan awal pengguna.
Namun, langkah Meta mengakuisisi Manus juga menuai perhatian regulator. Pada Januari 2026, pemerintah China menyatakan akan menyelidiki transaksi tersebut untuk memastikan tidak melanggar aturan ekspor teknologi atau regulasi keamanan nasional.
Ini bukan kali pertama Meta bereksperimen dengan model berlangganan. Tahun lalu, Facebook sempat menguji pembatasan jumlah tautan yang dapat dibagikan pengguna dalam satu unggahan. Sejumlah pengguna di Inggris dan Amerika Serikat menerima notifikasi bahwa mereka hanya bisa membagikan jumlah link tertentu tanpa berlangganan.
Meta menyebut uji coba tersebut bertujuan menilai apakah kemampuan untuk mempublikasikan lebih banyak tautan memberikan nilai tambah bagi pelanggan berbayar.
Sebelumnya, pada 2023, Meta juga meluncurkan layanan verifikasi berbayar, yang memungkinkan pengguna Facebook dan Instagram memperoleh tanda centang biru dengan biaya langganan bulanan.
Lewat uji coba langganan premium ini, Meta tampaknya semakin serius mencari sumber pendapatan baru di luar iklan, sekaligus memonetisasi pengembangan teknologi AI yang kian menjadi fokus utama perusahaan.
Scr/Mashable



















