Efek Domino UU Keamanan Daring: Pornhub Pilih Blokir Akses Daripada Bahayakan Data

29.01.2026
Efek Domino UU Keamanan Daring: Pornhub Pilih Blokir Akses Daripada Bahayakan Data
Efek Domino UU Keamanan Daring: Pornhub Pilih Blokir Akses Daripada Bahayakan Data

Lanskap internet di Inggris sedang mengalami guncangan besar menyusul keputusan mengejutkan dari Aylo, perusahaan induk di balik platform raksasa Pornhub.

Terhitung mulai 2 Februari mendatang, Pornhub secara resmi akan menghentikan akses penuh bagi seluruh pengguna baru di wilayah Inggris sebagai respons langsung terhadap ketatnya implementasi Online Safety Act.

Dikutip dari Engadget, Kamis (29/1/2026), kebijakan drastis ini diambil bukan tanpa alasan; Aylo merasa terdesak oleh persyaratan verifikasi usia yang dianggap sangat kaku dan berisiko bagi privasi digital.

Meskipun demikian, para pengguna lama yang telah melewati proses verifikasi sebelum batas waktu tersebut masih diberikan celah untuk mengakses layanan melalui akun yang sudah ada, setidaknya untuk sementara waktu.

Langkah defensif ini merupakan buntut dari diberlakukannya Kode Perlindungan Anak dalam Undang-Undang Keamanan Daring Inggris yang mulai efektif sejak musim panas tahun lalu.

Regulasi tersebut mewajibkan setiap situs dewasa untuk menerapkan metode verifikasi usia yang dianggap “sangat efektif”, namun Aylo justru melihat aturan ini sebagai pedang bermata dua yang berpotensi menjadi bumerang bagi keamanan siber.

Dalam pandangan hukum mereka, sistem yang dipaksakan saat ini tidak hanya mengancam kebocoran data pribadi, tetapi juga justru mendorong audiens, baik dewasa maupun anak-anak, untuk berpindah ke platform ilegal yang sama sekali tidak memoderasi konten ataupun mematuhi standar keselamatan internasional.

Menanggapi situasi yang kian memanas, Alexzandra Kekesi selaku VP Brand and Community di Aylo menegaskan bahwa hambatan akses ini akan menjadi kenyataan pahit bagi siapapun yang tidak sempat mendaftarkan akun sebelum tenggat waktu 2 Februari.

Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru bagi Pornhub, mengingat mereka juga telah menarik diri dari beberapa negara bagian di Amerika Serikat dengan alasan serupa mengenai perlindungan privasi.

Aylo berargumen bahwa pengetatan yang ekstrem di satu sisi tidak akan mematikan konsumsi konten, melainkan hanya akan menggiring para pengguna ke “sudut gelap” internet yang jauh lebih berbahaya, di mana eksploitasi dan konten ilegal berkembang biak tanpa pengawasan hukum.

Sebagai solusi instan, banyak pengguna di negara yang terkena pemblokiran biasanya beralih menggunakan layanan Virtual Private Network (VPN) untuk memanipulasi lokasi akses internet mereka.

Namun, pemerintah Inggris tampaknya telah mengantisipasi celah tersebut dan dilaporkan tengah mempertimbangkan pembatasan penggunaan VPN, khususnya bagi kalangan di bawah umur.

Tren regulasi ini menunjukkan ambisi besar Inggris untuk memperketat ruang digital, bahkan mereka dikabarkan sedang menggodok aturan pelarangan total penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun, mengikuti jejak kebijakan radikal yang lebih dulu diusulkan oleh pemerintah Australia.

Pergulatan antara kebebasan akses, privasi data, dan perlindungan anak ini menandai babak baru dalam sejarah tata kelola internet global. Keputusan Pornhub untuk menarik diri menjadi sinyal kuat bagi para pembuat kebijakan bahwa tuntutan teknis yang tidak selaras dengan realitas keamanan data dapat memicu fragmentasi layanan digital secara luas.

Di tengah ketidakpastian ini, para pengamat teknologi kini menantikan apakah langkah Inggris ini akan menciptakan ekosistem internet yang lebih aman atau justru memperluas pasar gelap informasi yang sulit terlacak oleh hukum.

Scr/Mashable




Don't Miss