Adobe kembali menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan teknologi kecerdasan buatan untuk industri kreatif.
Pada akhir Januari 2026, Adobe resmi menghadirkan peningkatan besar pada Photoshop dengan memperbarui berbagai fitur pengeditan berbasis Firefly generative AI.
Pembaruan ini ditujukan untuk memberikan hasil visual yang lebih tajam, detail, dan realistis, sekaligus mempercepat alur kerja para kreator.
Langkah ini menegaskan posisi Adobe Photoshop sebagai software editing profesional yang terus beradaptasi dengan tren AI generatif, tanpa mengorbankan kontrol kreatif penggunanya.
Berbeda dari sekadar eksperimen, fitur-fitur baru ini langsung diarahkan untuk penggunaan nyata oleh fotografer, desainer grafis, ilustrator, hingga content creator digital.
Generative Fill dan Expand Kini Hadir dengan Resolusi 2K
Salah satu peningkatan paling signifikan terletak pada fitur Generative Fill, Generative Expand, dan Remove yang ditenagai oleh Firefly AI.
Adobe menyebutkan bahwa hasil editing kini dapat mencapai resolusi hingga 2K, sebuah lonjakan besar dibandingkan versi sebelumnya yang masih terbatas pada resolusi lebih rendah.
Dengan peningkatan ini, pengguna Photoshop akan mendapatkan gambar dengan detail yang lebih tajam, minim artefak, serta transisi visual yang jauh lebih halus.
Hal ini sangat terasa ketika pengguna melakukan perluasan kanvas, menghapus objek, atau menambahkan elemen baru ke dalam gambar menggunakan prompt teks.
Tak hanya soal resolusi, Adobe juga mengklaim bahwa Firefly kini mampu memahami konteks visual dengan lebih baik. Artinya, hasil generatif yang dihasilkan akan lebih selaras dengan pencahayaan, perspektif, serta tekstur gambar asli.
Reference Image Lebih Pintar dan Peka Geometri
Adobe juga meningkatkan fitur Reference Image pada Generative Fill. Kini, teknologi AI Firefly mampu menghasilkan hasil yang lebih “geometry-aware”, atau memahami struktur dan bentuk objek di dalam sebuah adegan.
Dengan kemampuan ini, Photoshop dapat mencocokkan elemen baru secara lebih presisi terhadap sudut pandang, skala, dan komposisi gambar. Peningkatan ini sangat berguna untuk proyek manipulasi foto tingkat lanjut, ilustrasi konseptual, hingga kebutuhan visual untuk iklan dan media digital.
Hasil akhirnya terasa lebih natural dan sulit dibedakan dari gambar asli, mengurangi kebutuhan koreksi manual yang biasanya memakan waktu cukup lama.
Dynamic Text Hadir dalam Versi Beta
Selain pembaruan berbasis AI, Adobe juga memperkenalkan fitur Dynamic Text yang saat ini masih dalam tahap beta.
Fitur ini memungkinkan pengguna mengubah teks menjadi bentuk melengkung atau mengikuti jalur tertentu dengan cara yang jauh lebih sederhana dibandingkan metode sebelumnya.
Dynamic Text dirancang untuk mempermudah proses tipografi kreatif, terutama bagi desainer yang sering bekerja dengan poster, banner, konten media sosial, hingga desain kemasan.
Dengan pendekatan yang lebih intuitif, pengguna tidak lagi harus melakukan banyak langkah teknis untuk mendapatkan hasil teks yang dinamis.
Adjustment Layer Baru untuk Editing Non-Destruktif
Tak kalah penting, Adobe Photoshop kini menambahkan beberapa adjustment layer baru, yaitu Clarity, Dehaze, dan Grain.
Ketiga fitur ini memungkinkan pengeditan non-destruktif langsung pada layer, sehingga pengguna dapat menyesuaikan detail gambar tanpa merusak file asli.
Clarity membantu meningkatkan kontras mikro untuk memperjelas detail, Dehaze berguna untuk mengurangi kabut atau efek buram, sementara Grain memungkinkan penambahan tekstur film secara halus.
Kehadiran adjustment layer ini memperkuat fleksibilitas Photoshop sebagai alat editing profesional.
Dengan rangkaian pembaruan ini, Adobe Photoshop semakin matang sebagai platform editing berbasis AI yang tetap mengutamakan kualitas dan kontrol kreatif.
Alih-alih menggantikan peran manusia, Firefly AI justru berfungsi sebagai asisten pintar yang mempercepat proses kerja.
Bagi para kreator, pembaruan ini bukan sekadar fitur baru, melainkan peningkatan signifikan dalam produktivitas dan kualitas hasil akhir.
Adobe tampaknya ingin memastikan bahwa Photoshop tetap relevan dan unggul di tengah persaingan ketat software kreatif berbasis AI.
Scr/Mashable

















