Google kembali bikin heboh. Tanpa pengumuman resmi, tampilan Android desktop interface terbaru justru terungkap lewat sebuah bug report di Chromium Issue Tracker.
Bocoran ini langsung menarik perhatian pengamat teknologi karena memperlihatkan arah baru Android yang semakin serius masuk ke ranah desktop dan produktivitas kelas laptop.
Dari informasi yang beredar, bocoran ini bukan sekadar mode desktop biasa seperti yang selama ini ada di tablet Android atau fitur screen projection.
Google tampaknya tengah mengembangkan sebuah pengalaman desktop Android penuh, dengan tampilan, navigasi, dan fitur yang benar-benar dioptimalkan untuk layar besar.
Android Desktop dengan Identitas Baru Bernama “Aluminum OS”
Dilansir dari 9to5google (27/01/26), dalam bocoran tersebut, sistem ini disebut menggunakan codename ALOS (Aluminum OS), yang diyakini sebagai identitas internal untuk Android desktop.
Build yang terlihat tercatat sebagai Android 16, menandakan bahwa Google memang menyiapkan sistem ini untuk generasi Android mendatang.
Menariknya, perangkat yang digunakan bukan ponsel atau tablet, melainkan Chromebook HP Elite Dragonfly 13.5 dengan prosesor Intel Core generasi ke-12.
Hal ini memperkuat dugaan bahwa Google sedang memanfaatkan hardware Chromebook sebagai platform uji coba untuk Android desktop sebelum benar-benar dirilis ke publik.
Status Bar Baru, Lebih Profesional dan Ramah Layar Besar
Salah satu perubahan paling mencolok ada pada status bar Android desktop. Tidak lagi tipis seperti di tablet atau ponsel, status bar kini terlihat lebih tinggi dan informatif. Waktu bahkan ditampilkan lengkap hingga detik, disertai tanggal di baris terpisah.
Di sisi kanan, terlihat ikon baterai Android 16 terbaru, Wi-Fi, notifikasi, indikator bahasa keyboard, ikon Gemini AI, hingga tombol perekam layar. Menariknya, antarmuka screen recorder tampak mengadopsi gaya Android versi mobile, tapi disesuaikan dengan konteks desktop.
Perubahan ini memberi kesan bahwa Android desktop benar-benar dirancang untuk kerja serius, bukan sekadar tampilan besar dari Android mobile.
Chrome Extensions Hadir di Android Desktop
Inilah bagian yang paling bikin heboh: Google Chrome di Android desktop terlihat memiliki tombol Extensions. Fitur ini selama ini eksklusif untuk browser desktop dan belum pernah hadir di Android versi mobile maupun tablet.
Jika benar-benar dirilis, kehadiran Chrome Extensions di Android bisa jadi game changer besar. Bayangkan pengguna Android bisa menjalankan ekstensi produktivitas, developer tools, hingga ad blocker kelas desktop langsung di sistem Android.
Selain itu, Chrome versi desktop Android ini juga mendukung split-screen multitasking, memungkinkan dua jendela aplikasi berjalan berdampingan seperti di laptop atau PC.
Taskbar Mirip Android, Windowing Ala ChromeOS
Meski membawa banyak hal baru, Android desktop tetap mempertahankan identitasnya. Taskbar yang muncul masih mirip dengan Android saat ini, lengkap dengan aplikasi yang dipin dan navigasi khas Android.
Namun untuk pengelolaan jendela, Google tampaknya mengambil inspirasi kuat dari ChromeOS. Tombol minimize, fullscreen, dan close berada di pojok kanan atas jendela, membuat transisi pengguna Chromebook ke Android desktop terasa lebih mulus.
Bahkan kursor mouse juga terlihat sedikit dimodifikasi dengan tambahan “tail”, menandakan optimasi khusus untuk penggunaan mouse dan keyboard.
Bocoran ini memperkuat spekulasi lama bahwa Google tengah menyiapkan masa depan di mana Android dan ChromeOS semakin menyatu.
Dengan Android desktop yang mendukung ekstensi Chrome, multitasking penuh, dan antarmuka desktop sejati, Google berpotensi menghadirkan satu sistem operasi fleksibel untuk ponsel, tablet, hingga laptop.
Scr/Mashable



















