Tesla Setop Dua Mobil Legendaris, Fokus Total ke Robot dan AI

30.01.2026
Tesla Setop Dua Mobil Legendaris, Fokus Total ke Robot dan AI
Tesla S

Tesla kembali membuat keputusan besar yang mengejutkan industri otomotif global. Dua model ikoniknya, Tesla Model S dan Tesla Model X, dipastikan akan menghentikan produksi pada kuartal kedua 2026.

Keputusan ini disampaikan langsung oleh CEO Tesla, Elon Musk, dalam panggilan laporan keuangan terbaru bersama para investor.

Tanpa pengumuman awal, penghentian produksi ini menandai akhir perjalanan dua kendaraan listrik legendaris yang selama lebih dari satu dekade menjadi simbol inovasi Tesla.

Namun di balik keputusan tersebut, Tesla sedang mempersiapkan langkah strategis yang jauh lebih besar: bertransformasi dari produsen mobil listrik menjadi perusahaan AI dan robotika.

Pabrik Fremont Disiapkan untuk Produksi Robot Optimus

Dilansir dari The Verge (29/01/26), menurut Elon Musk, alasan utama penghentian Model S dan Model X adalah untuk membebaskan kapasitas pabrik Fremont, California, agar bisa digunakan untuk memproduksi robot humanoid Optimus.

Robot ini diproyeksikan menjadi tulang punggung bisnis Tesla di masa depan, seiring meningkatnya fokus perusahaan pada teknologi kecerdasan buatan dan otomatisasi.

Musk menyebut bahwa Tesla sedang memasuki era baru yang berbasis pada otonomi dan AI, bukan lagi sekadar kendaraan listrik. Ia bahkan menyarankan konsumen yang masih ingin memiliki Model S atau Model X agar segera melakukan pemesanan sebelum produksi benar-benar dihentikan.

Akhir Era Mobil Listrik Ikonik Tesla

Tesla Model S pertama kali diluncurkan pada 2012 sebagai sedan listrik premium yang mengubah persepsi dunia terhadap mobil listrik. Sementara itu, Model X hadir pada 2015 dengan desain futuristik dan pintu falcon wing yang ikonik.

Tesla S

Keduanya sempat menjadi andalan Tesla sebelum perusahaan mengalihkan fokus ke model mass market seperti Model 3 dan Model Y.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, penjualan Model S dan Model X terus menurun. Pada 2025, Tesla mencatat penjualan sekitar 50.850 unit untuk kategori “other models”, yang mencakup Model S, Model X, dan Cybertruck.

Angka tersebut turun lebih dari 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan berkurangnya minat pasar terhadap model premium Tesla.

Strategi Berisiko di Tengah Penurunan Profit

Langkah menghentikan dua model flagship ini bukan tanpa risiko. Tesla baru saja melaporkan penurunan laba hingga 61 persen pada kuartal keempat, menandakan fase transisi yang cukup berat bagi perusahaan. Meski begitu, Elon Musk tampak mantap dengan arah baru Tesla.

Alih-alih bergantung pada penjualan mobil, Tesla kini ingin membangun masa depan melalui mobil otonom, robot humanoid, dan teknologi AI. Robot Optimus disebut-sebut akan digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari industri manufaktur hingga layanan umum.

Keputusan ini menegaskan ambisi Musk untuk menjadikan Tesla sebagai pemain utama di industri teknologi masa depan, bukan sekadar hanya produsen kendaraan listrik.

Sumber foto: Tesla

Scr/Mashable




Don't Miss