Indonesia Mulai Siapkan Fondasi Industri Semikonduktor, Ini Rencana Besar Pemerintah

30.01.2026
Indonesia Mulai Siapkan Fondasi Industri Semikonduktor, Ini Rencana Besar Pemerintah
Indonesia Mulai Siapkan Fondasi Industri Semikonduktor, Ini Rencana Besar Pemerintah

Indonesia bersiap mengambil peran yang lebih besar dalam industri teknologi global. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mendorong transformasi industri nasional agar tidak lagi berhenti di tahap perakitan, melainkan mulai masuk ke sektor bernilai tambah tinggi seperti industri semikonduktor.

Langkah ini dipandang strategis di tengah meningkatnya kebutuhan chip dunia, terutama akibat pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).

Melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), pemerintah membuka jalan bagi Indonesia untuk terlibat langsung dalam rantai pasokan global semikonduktor.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menilai pendekatan ini sebagai langkah paling realistis dalam jangka pendek sekaligus fondasi kuat untuk pertumbuhan industri teknologi nasional di masa depan.

“Kita masuk dulu ke rantai pasokan global. Di komponen yang strategis, kita harus ada. Dari situ daya tawar Indonesia akan tumbuh,” ujar Wamen Nezar Patria dalam audiensi dengan PT Sat Nusapersada Tbk di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Selasa (27/01/2026).

Dengan masuk ke komponen-komponen penting dalam ekosistem semikonduktor, posisi tawar Indonesia di kancah global akan meningkat secara bertahap. Hal ini juga membuka peluang investasi, transfer teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia dalam negeri.

Salah satu modal utama Indonesia adalah ketersediaan sumber daya alam, khususnya pasir silika. Bahan ini merupakan komponen penting dalam pembuatan silicon wafer, elemen utama dalam produksi chip semikonduktor.

Wamen Nezar menjelaskan lonjakan industri kecerdasan artifisial telah meningkatkan kebutuhan silicon wafer secara signifikan.

“Permintaan silicon wafer sangat tinggi karena industri AI berkembang pesat. Ini momentum yang jarang dan harus dimanfaatkan,” katanya.

Di tengah lonjakan permintaan chip global, keberadaan bahan baku ini menjadi keunggulan yang tidak dimiliki banyak negara.

Kelangkaan chip yang sempat melanda dunia dalam beberapa tahun terakhir menjadi sinyal kuat bahwa industri semikonduktor masih menyimpan peluang besar. Indonesia dinilai berada di posisi yang tepat untuk memanfaatkan momentum langka tersebut.

Selain faktor sumber daya alam, posisi geopolitik Indonesia juga menjadi nilai tambah. Di tengah ketegangan global antara negara-negara besar, Indonesia dipandang sebagai mitra yang relatif netral dan stabil.

Kondisi ini membuka peluang kerja sama dengan berbagai negara sekaligus, tanpa terjebak dalam konflik kepentingan geopolitik.

Namun, pemerintah menegaskan bahwa tujuan utama dari kerja sama industri bukan sekadar penyerapan tenaga kerja. Transfer teknologi menjadi prioritas utama agar industri nasional dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Tanpa penguasaan teknologi, Indonesia berisiko kembali terjebak dalam peran sebagai pasar dan basis produksi murah.

Untuk memperkuat ekosistem industri teknologi dalam negeri, pemerintah juga mengandalkan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Sebagai informasi, saat ini, produk handphone, komputer genggam, dan tablet diwajibkan memenuhi TKDN minimal 35 persen. Kebijakan ini dirancang untuk mendorong pertumbuhan rantai pasok lokal dan meningkatkan kebutuhan komponen produksi di dalam negeri.

Dengan meningkatnya permintaan komponen lokal, industri pendukung seperti manufaktur, logistik, dan riset teknologi ikut terdorong. Efek berantai ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas, meningkatkan nilai ekonomi, serta memperkuat daya saing industri nasional.

Langkah pemerintah menyiapkan industri semikonduktor juga sejalan dengan visi besar transformasi ekonomi digital Indonesia.

Industri chip menjadi fondasi bagi berbagai sektor strategis, mulai dari telekomunikasi, transportasi, pertahanan, hingga layanan publik berbasis digital. Tanpa penguasaan teknologi inti seperti semikonduktor, kemandirian teknologi akan sulit tercapai.

Ke depan, pemerintah menargetkan Indonesia tidak hanya dikenal sebagai pasar besar produk teknologi, tetapi juga sebagai bagian penting dalam rantai pasokan global.

Scr/Mashable




Don't Miss