Hadapi Tottenham, Manchester United Ketar-ketir Bertemu Wasit ‘Musuh Bebuyutan’

06.02.2026
Hadapi Tottenham, Manchester United Ketar-ketir Bertemu Wasit 'Musuh Bebuyutan'
Hadapi Tottenham, Manchester United Ketar-ketir Bertemu Wasit 'Musuh Bebuyutan'

Kembalinya wasit Michael Oliver ke pertandingan Manchester United vs Tottenham membangkitkan kenangan buruk, di saat “Setan Merah” membutuhkan stabilitas mutlak untuk mempertahankan momentum mereka.

Panitia Premier League telah mengonfirmasi bahwa Michael Oliver akan menjadi wasit untuk pertandingan antara Manchester United vs Tottenham pada, Sabtu 7 Februari 2026 di Old Trafford. Ini adalah pertandingan penting bagi Setan Merah, karena tim asuhan Michael Carrick mengincar kemenangan keempat berturut-turut sejak pergantian staf pelatih.

Di bawah asuhan Carrick, Manchester United dengan cepat menemukan kembali ritme permainan mereka. Tiga kemenangan beruntun membantu tim naik ke posisi keempat di klasemen liga dan membuka harapan yang jelas untuk mencapai tujuan kualifikasi Liga Champions mereka.

Namun, perjalanan itu terjadi di tengah situasi di mana MU mengalami banyak kemunduran akibat keputusan wasit dan VAR yang kontroversial, sehingga faktor “non-profesional” menjadi kekhawatiran yang terus-menerus.

Oleh karena itu, penunjukan Michael Oliver sebagai wasit utama dengan cepat memicu banyak perdebatan. Secara profesional, Oliver adalah salah satu wasit paling berpengalaman di Liga Premier. Mantan wasit Mark Clattenburg pernah menyebutnya “wasit terbaik di liga.” Tetapi bagi penggemar Manchester United, kenangan yang terkait dengan nama ini tidak terlalu menyenangkan.

Pada tahun 2023, MU kalah 0-2 dari Tottenham dalam pertandingan yang sangat kontroversial. Oliver menolak memberikan penalti kepada “Setan Merah” setelah Cristian Romero menyentuh bola dengan tangan di area penalti.

Setelah pertandingan, kapten Bruno Fernandes secara terbuka menuntut permintaan maaf dari tim wasit, mengklaim bahwa Manchester United telah diperlakukan tidak adil. “Saya ingin melihat apakah mereka datang dan meminta maaf di ruang ganti kami, seperti yang mereka lakukan dengan manajer Wolves,” kata Fernandes dengan marah.

Statistik juga agak menguntungkan bagi MU. Dalam 49 pertandingan yang dipimpin Michael Oliver yang melibatkan “Setan Merah,” tim tersebut hanya memenangkan 19 pertandingan, seri 13, dan kalah 17.

Yang perlu diperhatikan, Manchester United menerima kartu kuning terbanyak di bawah pengawasan Oliver, totaling 102 kartu, bersama dengan 5 kartu merah. Pada musim 2025/26 saja, Oliver memimpin dua pertandingan Manchester United, menghasilkan satu kemenangan dan satu kekalahan.

Mengingat situasi tegang saat ini dalam persaingan dan apa yang telah terjadi di masa lalu, nama Michael Oliver pasti akan terus menjadi sorotan hingga peluit akhir berbunyi di Old Trafford.

Skuad Manchester United Kekurangan Pemain untuk Pertandingan Melawan Tottenham

Selain itu, Manchester United menghadapi kesulitan personel menjelang perjalanan mereka ke Tottenham Hotspur, karena baik Mason Mount maupun Matthijs de Ligt belum siap untuk kembali bermain.

Menurut laporan dari pusat pelatihan Carrington, sesi latihan tengah pekan Manchester United diwarnai ketidakhadiran Mason Mount dan De Ligt. Manchester Evening News mengkonfirmasi bahwa Mount dan De Ligt tidak hadir, menimbulkan kekhawatiran tentang ketersediaan mereka untuk pertandingan akhir pekan ini.

Bagi Mount, kondisi fisiknya masih menjadi tanda tanya. Fakta bahwa gelandang Inggris itu belum kembali berlatih menunjukkan bahwa cederanya belum sepenuhnya pulih, dan ini juga memperlambat rencana untuk menggunakannya selama jadwal pertandingan yang padat. Staf pelatih harus berhati-hati, terutama dengan pemain yang memiliki riwayat cedera berulang.

Situasi De Ligt semakin membuat Manchester United cemas. Bek asal Belanda itu diharapkan kembali setelah pulih dari masalah punggung, tetapi ia belum menyelesaikan latihannya bersama tim. Hal ini secara signifikan mengurangi peluangnya untuk cukup fit untuk bermain sebagai starter, terutama mengingat kebutuhan akan stabilitas di lini pertahanan MU.

Selain itu, Manchester United akan kehilangan Patrick Dorgu karena cedera serius, yang membuatnya absen selama kurang lebih 10 minggu. Terlepas dari pengurangan jumlah pemain dalam skuad ini, MU masih berharap untuk meraih kemenangan keempat berturut-turut sejak Michael Carrick mengambil alih sebagai manajer.

Saat ini, MU secara bertahap bangkit dengan 3 kemenangan beruntun melawan Man City, Arsenal, dan Fulham. Tottenham bukanlah lawan yang mudah, tetapi tim asuhan pelatih Carrick diprediksi mampu menciptakan kejutan.

Scr/Mashable





Don't Miss