Ekosistem industri kreatif digital Indonesia kembali bergejolak dengan energi positif seiring digelarnya Garena Game Jam 3 di BINUS University pada 6-8 Februari 2026.
Mengusung slogan inspiratif “Reinvent the Game”, ajang ini bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan ruang kolaborasi dan networking bagi para pengembang game muda dari kalangan pelajar serta mahasiswa.
Selama 48 jam yang penuh adrenalin, para peserta ditantang untuk menuangkan imajinasi mereka ke dalam barisan kode dan aset visual demi menciptakan sebuah karya orisinal yang mampu memukau industri. Kehadiran acara ini mempertegas posisi Indonesia sebagai lumbung talenta digital yang siap bersaing di kancah global.
Sebagai inisiatif tahunan yang prestisius, Garena Game Jam menjadi ujung tombak Garena dalam mempercepat pertumbuhan talenta lokal. Menariknya, edisi ketiga ini membawa level kompetisi ke tahap yang lebih tinggi dengan menghadirkan tim Global Game Incubation dan Global Game Developer secara langsung.
Para ahli dari panggung internasional ini turun tangan memberikan bimbingan, sesi mentoring intensif, hingga penilaian langsung kepada setiap tim. Langkah strategis ini bertujuan untuk mentransfer pengetahuan dan kapabilitas global agar para pengembang muda kita tidak hanya jago di kandang sendiri, tetapi juga memahami standar kualitas industri tingkat dunia.
Hans Saleh, selaku Country Head Garena Indonesia, mengungkapkan bahwa komitmen jangka panjang ini adalah bentuk investasi nyata untuk masa depan industri game tanah air.
Dengan melibatkan lebih banyak tim global Garena, diharapkan talenta muda Indonesia memiliki kesiapan mental dan teknis yang lebih solid dalam menghadapi dinamika industri yang sangat cepat.
Sebanyak 150 peserta terpilih yang terdiri dari mahasiswa hingga fresh graduate beradu strategi dan kreativitas untuk memecahkan tantangan dalam waktu terbatas.
Dukungan penuh pun mengalir dari berbagai pihak strategis, mulai dari Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf), Kementerian Komunikasi dan Digital, Asosiasi Game Indonesia (AGI), hingga Google dan BINUS University sebagai tuan rumah.
Semangat transformasi ini diamini oleh Muhammad Neil El Himam dari Kemenekraf RI, yang melihat Garena Game Jam 3 sebagai manifestasi dari ambisi Indonesia untuk berdaulat secara digital.
Melalui ajang ini, generasi muda didorong untuk berhenti hanya menjadi pengguna atau konsumen teknologi, dan mulai berani mengambil peran sebagai pencipta.
Sementara itu, pihak akademisi yang diwakili oleh Prof. Dr. Derwin Suhartono dari BINUS University juga menekankan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan industri.
Ajang seperti ini memberikan pengalaman belajar yang sangat relevan, di mana mahasiswa tidak hanya mengasah kemampuan teknis (hard skills), tetapi juga melatih ketajaman problem solving serta kolaborasi lintas disiplin yang sangat dibutuhkan di masa depan.
Selama rangkaian acara yang dipusatkan di Kampus Anggrek, Kemanggisan, suasana kompetisi terasa semakin menantang ketika tema utama “Nothing Works As Expected” diumumkan.
Tema yang sarat akan teka-teki ini memaksa peserta untuk berpikir di luar kotak (out of the box) selama proses ideasi hingga eksekusi akhir. Setiap karya yang dihasilkan melalui tahapan checkpoint yang ketat sebelum akhirnya dinilai oleh juri-juri ahli.
Bagi tim yang berhasil menjadi pemenang, hadiah senilai Rp30 juta menanti sebagai bentuk apresiasi, ditambah peluang emas untuk masuk ke dalam program inkubasi game Garena Indonesia guna pengembangan produk lebih lanjut hingga tahap penerbitan.
Keberhasilan program ini sudah terbukti nyata melalui prestasi tim Flying Dutchman dari ITB, pemenang edisi sebelumnya, yang sukses membawa game buatan mereka, Rota Sella, ke panggung Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) 2025. Pengalaman tersebut membuka pintu bagi mereka untuk menjalin relasi dengan praktisi industri papan atas dari dalam dan luar negeri.
Dengan konsistensi Garena dalam menggelar Game Jam, diharapkan akan lahir lebih banyak lagi “permata” baru dari Indonesia yang karyanya dapat dimainkan dan dinikmati oleh jutaan orang di seluruh dunia, sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi kreatif kita.
Scr/Mashable



















