Tak Cuma Mobil, Toyota Kembangkan Game Engine Sendiri Bernama Fluorite

11.02.2026
Tak Cuma Mobil, Toyota Kembangkan Game Engine Sendiri Bernama Fluorite
Tak Cuma Mobil, Toyota Kembangkan Game Engine Sendiri Bernama Fluorite

Toyota kembali menunjukkan ambisinya di ranah teknologi digital dengan mengumumkan Fluorite, sebuah game engine khusus otomotif yang dikembangkan secara internal.

Pengumuman ini datang dari Toyota Connected North America, unit yang bertanggung jawab atas konektivitas dan pengalaman digital di dalam kendaraan.

Fluorite bukan sekadar proyek eksperimental, melainkan fondasi baru untuk membangun antarmuka 3D, visual interaktif, hingga hiburan di layar mobil generasi berikutnya.

Berbeda dari game engine konvensional yang dirancang untuk PC atau konsol, Fluorite dibuat dengan pendekatan teknis yang sangat spesifik: berjalan optimal di perangkat embedded otomotif dengan sumber daya terbatas.

Arsitektur Fluorite: Dibangun dengan C++ dan Terintegrasi Flutter

Dilansir dari gizmochina (09/02/26), secara teknis, Fluorite ditulis menggunakan bahasa C++, pilihan yang masuk akal untuk sistem otomotif karena efisiensi memori dan kontrol performa tingkat rendah.

Yang menarik, Toyota mengintegrasikan Fluorite secara langsung dengan Flutter, framework UI lintas platform milik Google.

Integrasi ini memungkinkan developer menggunakan bahasa Dart dan API Flutter untuk membangun pengalaman interaktif, termasuk elemen 3D dan mini game, tanpa harus berurusan dengan kompleksitas game engine berat seperti Unity atau Unreal.

Dengan kata lain, Fluorite berperan sebagai lapisan rendering dan performa tinggi, sementara Flutter menangani UI dan logika aplikasi.

Pendekatan ini membuat proses pengembangan lebih cepat dan konsisten dengan ekosistem aplikasi modern.

Optimalisasi Performa untuk Hardware Embedded Otomotif

Salah satu fokus utama Fluorite adalah efisiensi performa pada hardware kelas rendah. Sistem infotainment mobil umumnya tidak memiliki GPU atau CPU sekuat smartphone flagship, sehingga engine ini dirancang agar tetap responsif di kondisi tersebut.

Fluorite mendukung API grafis Vulkan, yang memungkinkan pemanfaatan akselerasi hardware secara maksimal. Dengan Vulkan, engine dapat berkomunikasi lebih dekat dengan GPU, mengurangi overhead, dan menghasilkan rendering yang stabil meski pada sistem dengan daya terbatas.

Toyota mengklaim Fluorite mampu memberikan performa mendekati batas maksimal perangkat, sebuah klaim penting untuk UI 3D real-time di kendaraan.

Fitur Developer-Friendly: Hot Reload dan Workflow Berbasis Model 3D

Dari sisi pengembang, Fluorite membawa fitur yang cukup jarang ditemukan di engine embedded, salah satunya hot reload. Mirip dengan Flutter, perubahan kode atau aset dapat langsung terlihat hanya dalam beberapa frame, tanpa perlu menunggu proses build panjang.

Selain itu, Fluorite mendukung model-based trigger areas, memungkinkan desainer dan artist menentukan area interaksi langsung di software 3D seperti Blender.

Artinya, tombol sentuh, area klik, atau gesture dapat ditentukan di level desain visual, bukan hanya lewat kode, mempercepat kolaborasi antara tim teknis dan kreatif.

Alasan Toyota Mengembangkan Game Engine Sendiri

Toyota mengungkap bahwa proyek Fluorite bermula dari kebutuhan membangun antarmuka 3D untuk kendaraan masa depan.

Saat mengevaluasi engine populer seperti Unity, tim menemukan beberapa kendala utama: ukuran engine terlalu besar, konsumsi resource tinggi, serta biaya lisensi yang kurang ideal untuk sistem otomotif jangka panjang.

Dengan mengembangkan engine internal, Toyota mendapatkan kontrol penuh atas arsitektur, performa, dan roadmap teknologi, sekaligus menyesuaikannya dengan standar keselamatan dan stabilitas otomotif.

Menariknya, Toyota memposisikan Fluorite sebagai engine open-source. Meski fokus utamanya bukan industri game, keputusan ini membuka peluang bagi developer independen, komunitas open-source, hingga penggemar teknologi otomotif untuk bereksperimen.

Fluorite berpotensi digunakan untuk simulasi, visualisasi data kendaraan, hingga pengembangan UI eksperimental di luar ekosistem Toyota, menjadikannya kontribusi signifikan bagi dunia embedded graphics dan automotive software.

Sumber foto: Toyota Connected North America

Scr/Mashable




Don't Miss