Masa Depan Hansi Flick Bersama Barcelona Penuh Tanda Tanya

11.02.2026
Masa Depan Hansi Flick Bersama Barcelona Penuh Tanda Tanya
Masa Depan Hansi Flick Bersama Barcelona Penuh Tanda Tanya

Masa depan Hansi Flick di Barcelona diragukan serius, seiring klub Catalan tersebut bersiap menghadapi pemilihan presiden yang sangat penting.

Meskipun kontraknya tinggal satu tahun lagi, manajer asal Jerman itu tidak terburu-buru untuk membuat komitmen jangka panjang. Saat ini, semua keputusannya sangat terkait dengan situasi manajemen puncak di Camp Nou.

Menurut Marca, Flick menganggap dirinya sebagai mata rantai penting dalam proyek yang diprakarsai oleh Joan Laporta. Keduanya telah melakukan diskusi awal tentang perpanjangan kontraknya.

Namun, kesepakatan itu hanya akan berlaku mulai 1 Juli jika Laporta tetap menjabat sebagai Presiden. Kekompakan antara Flick dan Direktur Olahraga Deco adalah fondasi stabilitas, mulai dari arahan profesional hingga pembangunan tim.

Namun, suasana di Barcelona secara bertahap memanas ketika Victor Font muncul sebagai kandidat yang tangguh. Berbicara kepada RAC1 , Font menegaskan keinginannya untuk mempertahankan Flick di kursi pelatih, tetapi menyatakan bahwa ia akan mengakhiri peran Deco jika terpilih. Kandidat tersebut juga menyatakan niatnya untuk mereformasi struktur manajemen secara ekstensif, dengan tujuan menghilangkan apa yang dianggapnya sebagai kurangnya transparansi.

Pertentangan inilah yang menempatkan Flick dalam dilema. Meskipun sangat dihargai oleh kedua belah pihak atas keahliannya, ahli strategi asal Jerman ini dilaporkan tidak bersedia melanjutkan jika struktur manajemen saat ini dibubarkan, bahkan jika kontraknya tetap berlaku.

Oleh karena itu, pemilihan yang akan datang tidak hanya akan menentukan siapa yang akan menjadi presiden, tetapi juga secara langsung memengaruhi masa depan duet Deco-Flick. Dalam skenario terburuk, pelatih Flick bisa meninggalkan Camp Nou.

Barcelona Resmi Mengundurkan Diri dari Liga Super

Di sisi lain, Barcelona mengumumkan penarikan penuh mereka dari proyek Liga Super, sehingga Real Madrid menjadi satu-satunya klub yang tersisa dalam rencana kontroversial ini.

Klub Catalan tersebut membuat pengumuman singkat di situs webnya: “FC Barcelona mengumumkan bahwa hari ini klub secara resmi telah memberitahukan kepada Perusahaan Liga Super Eropa dan semua klub peserta bahwa Barcelona menarik diri dari proyek Liga Super Eropa.”

Dengan keputusan ini, Real Madrid menjadi satu-satunya klub yang tersisa yang secara terbuka berkomitmen pada proyek tersebut. Sebelumnya, sejumlah klub besar di Inggris, Italia, dan Spanyol sendiri telah menarik diri, sehingga Super League praktis berada dalam keadaan stagnasi.

Super League pertama kali diumumkan pada April 2021 dengan ambisi untuk menciptakan liga tertutup yang menyatukan klub-klub top Eropa. Namun, proyek tersebut dengan cepat menghadapi penentangan keras dari para penggemar, federasi nasional, UEFA, dan FIFA. Di bawah tekanan yang sangat besar, sebagian besar klub pendiri menarik diri dalam beberapa hari.

Barcelona dan Real Madrid adalah dua dari sedikit tim yang terus-menerus memperjuangkan Liga Super hingga akhir, dengan alasan bahwa model ini membantu klub-klub besar mencapai stabilitas keuangan dan persaingan yang lebih adil. Selama bertahun-tahun, Barcelona tetap terbuka terhadap kemungkinan bergabung jika Liga Super direstrukturisasi agar lebih “terbuka” dan sesuai dengan kerangka hukum Eropa.

Penarikan diri Barcelona mencerminkan perubahan yang jelas dalam sikap klub, terutama karena mereka memprioritaskan stabilitas keuangan, pembangunan kembali skuad, dan menjaga hubungan mereka dengan UEFA untuk mengamankan pendapatan Liga Champions. Langkah ini juga membantu Barcelona menghindari risiko konfrontasi langsung dengan badan pengatur sepak bola Eropa selama periode sensitif ini.

Dari pihak Real Madrid, Presiden Florentino Perez belum memberikan tanggapan baru. Namun, dengan hanya satu klub yang tersisa, masa depan Liga Super hampir pasti terhenti. Tanpa dukungan dari klub-klub besar lainnya, proyek yang pernah dianggap sebagai “revolusi dalam sepak bola Eropa” kini berisiko menjadi ide yang belum selesai.

Scr/Mashable





Don't Miss