Ambisi Trump Mobile untuk mengguncang pasar ponsel pintar global tampaknya mulai menemui jalan terjal yang cukup berliku. Berdasarkan laporan investigasi terbaru, perusahaan rintisan ini disinyalir telah gagal memenuhi beberapa janji manis yang sempat mereka sampaikan saat pertama kali muncul ke permukaan.
Laporan tersebut tidak hanya mengungkap detail desain yang hampir final dari perangkat yang diberi nama T1, tetapi juga membongkar adanya pergeseran fundamental terkait strategi harga dan proses manufaktur yang sebelumnya sempat menjadi daya tarik utama bagi para pendukungnya.
Mengutip GSM Arena, Rabu (11/2/2026), melalui perbincangan mendalam dengan Don Hendrickson dan Eric Thomas, dua sosok kunci di balik layar Trump Mobile, terungkap fakta mengejutkan bahwa ponsel pintar pertama mereka tidak akan semurah yang dibayangkan.
Perubahan ini diikuti dengan revisi besar pada narasi produksinya, di mana klaim mengenai perangkat yang sepenuhnya diproduksi di tanah Amerika kini mulai memudar.
Jika mengintip bocoran tampilan terbarunya, desain T1 mengalami transformasi visual yang cukup kontras; susunan kamera belakang yang tadinya sempat dituding menjiplak gaya iPhone, kini beralih menggunakan formasi tiga kamera vertikal dengan tata letak unik yang tidak sejajar.
Persoalan harga menjadi poin yang paling banyak disorot, mengingat adanya disparitas yang cukup jauh antara harga perkenalan dengan harga pasar nantinya.
Hendrickson menjelaskan bahwa bagi para pendukung awal yang sudah menyetorkan deposit sebesar $100, mereka tetap bisa memboyong T1 dengan harga total $499 sebagai bentuk apresiasi.
Namun, bagi pelanggan baru yang masuk setelah masa promosi berakhir, siap-siap saja untuk merogoh kocek lebih dalam karena harganya diprediksi akan meroket hingga menyentuh angka $999, menempatkannya sejajar dengan ponsel flagship kelas atas lainnya.
Kekecewaan lain juga muncul dari sisi orisinalitas manufaktur yang awalnya digadang-gadang sebagai kebanggaan nasional Amerika Serikat.
Eric Thomas mengakui bahwa smartphone T1 kini hanya akan menjalani proses perakitan akhir di Miami, sebuah pernyataan yang secara halus menggugurkan jargon “dirancang dan dibuat dengan bangga di AS” yang sempat memenuhi siaran pers awal mereka.
Saat ini, narasi di situs resmi mereka telah berubah menjadi lebih ambigu dengan klaim bahwa perangkat tersebut dikerjakan “dengan tangan Amerika di balik setiap perangkat,” sebuah perubahan kata-kata yang mengindikasikan bahwa sebagian besar komponen intinya kemungkinan besar tetap berasal dari rantai pasok global di luar negeri.
Hingga saat ini, teka-teki mengenai kapan ponsel ini benar-benar bisa digenggam oleh publik masih belum terjawab secara pasti.
Meskipun manajemen masih bersikukuh bahwa T1 akan meluncur sebelum tahun ini berakhir, ketiadaan tanggal rilis yang spesifik serta ketidakpastian harga final memicu spekulasi mengenai kesiapan perusahaan dalam menghadapi persaingan pasar yang sangat kompetitif.
Tanpa transparansi yang lebih jelas mengenai spesifikasi jeroan dan kualitas produksi, Trump Mobile T1 harus bekerja ekstra keras untuk membuktikan bahwa mereka bukan sekadar proyek politik, melainkan sebuah inovasi teknologi yang layak diperhitungkan.
Scr/Mashable

















