Gol penyama kedudukan di menit ke-96 melawan West Ham tidak hanya menyelamatkan Manchester United dari kekalahan, tetapi juga menunjukkan kualitas yang membuat perbedaan bagi Benjamin Sesko.
Manchester United nyaris terhindar dari kekalahan pertama mereka di bawah asuhan Michael Carrick ketika mereka mengunjungi West Ham United pada pagi hari tanggal 11 Februari. Kebuntuan yang berkepanjangan, gol yang kebobolan di awal babak kedua, dan perasaan tak berdaya melawan lini pertahanan yang rapat membuat hasil positif tampak semakin jauh bagi Setan Merah. Namun kemudian Benjamin Sesko muncul di saat yang tepat.
Pada menit ke-96, striker Slovenia itu mencetak gol peny equalizer untuk membuat skor menjadi 1-1. Itu adalah momen yang brilian. Tetapi yang lebih penting bukanlah penyelesaiannya itu sendiri, melainkan apa yang terjadi segera setelahnya.
Kekuatan Sejati bukanlah pada Tembakannya
Sesko tidak merayakan dengan heboh. Dia tidak berlari ke arah tribun. Dia segera memberi isyarat kepada rekan-rekan setimnya untuk kembali ke posisi mereka, bersiap untuk servis. Masih ada beberapa puluh detik tersisa dalam pertandingan. Dia menginginkan lebih dari sekadar satu poin.
Detail kecil itu berbicara banyak. Seorang striker muda seringkali mudah terpengaruh oleh emosi. Sesko tidak demikian. Dia menunjukkan ketenangan seorang pemain yang memahami bahwa tujuan utama adalah kemenangan, bukan momen pribadi.
Sebelumnya, MU kesulitan menciptakan peluang mencetak gol. West Ham bermain bertahan dan menyerahkan kendali bola. MU memiliki penguasaan bola lebih banyak tetapi kekurangan penyerang tengah sejati untuk menyelesaikan serangan mereka.
Casemiro melakukan sundulan yang berhasil masuk ke gawang, tetapi gol tersebut dianulir. Tendangan Luke Shaw berhasil diblokir di garis gawang. Terlepas dari kejadian-kejadian tersebut, tekanan MU kurang tajam.
Carrick memasukkan Sesko pada menit ke-69. Keputusan itu agak terlambat, tetapi tetap tepat waktu dalam mengubah jalannya pertandingan. Kehadirannya memberi MU target yang lebih jelas di area penalti. Umpan-umpan menjadi lebih langsung. Tempo serangan meningkat.
Sesko sebelumnya telah mencetak tiga gol di bawah asuhan Darren Fletcher. Ia kemudian dicadangkan ketika Carrick mengambil alih. Ia tidak bereaksi negatif. Ia mencetak gol dari bangku cadangan dalam kemenangan melawan Fulham. Dan kali ini, ia melakukan hal yang sama lagi.
Itulah naluri seorang pemenang. Anda tidak membutuhkan posisi resmi untuk membuktikan kemampuan Anda.
Carrick dan Dilema Penyerangan
Hasil imbang ini bukan hanya tentang Sesko. Ini juga mengungkap keterbatasan MU melawan tim yang bertahan dengan jumlah pemain yang banyak. Memiliki hampir 65% penguasaan bola tetapi hanya tiga tembakan tepat sasaran tidak cukup untuk tim yang mengincar posisi empat besar.
MU kurang cepat di sisi sayap. Mereka kurang mampu melakukan terobosan satu lawan satu. Mereka kurang fleksibel di ruang sempit. Ketika West Ham bermain disiplin, opsi serangan MU menjadi mudah ditebak.
Carrick bersedia mengambil risiko. Dia mengganti Diogo Dalot dengan striker lain. Dia menerima risiko serangan balik. Dua intervensi penting dari Leny Yoro menjaga harapan tetap hidup.
Sisi positifnya adalah MU tidak menyerah. Ini adalah gol telat ketiga sejak Carrick mengambil alih. Semangat juang tetap terjaga. Tetapi untuk melangkah jauh, semangat saja tidak cukup.
MU perlu menemukan cara untuk menyelesaikan pertandingan lebih awal. Mereka tidak bisa menunggu hingga menit ke-90 untuk menciptakan terobosan. Lawan seperti Everton atau Crystal Palace di pertandingan mendatang mungkin akan bermain dengan struktur yang mirip dengan West Ham. Jika masalah ini tidak diselesaikan, skenario kebuntuan akan terulang kembali.
Sesko menunjukkan bahwa dia siap menjadi solusi. Bukan hanya karena kemampuan penyelesaiannya, tetapi juga karena sikapnya. Dia tidak menunggu peluang datang kepadanya. Dia menciptakannya. Dia tidak puas dengan gol di menit-menit akhir. Dia ingin menang.
Carrick memiliki seorang striker muda yang memahami nilai setiap momen. Jika struktur yang tepat dibangun di sekitarnya, MU akan memiliki ancaman serangan yang dapat diandalkan.
Gol penyama kedudukan di London Stadium tidak menjadikan MU tim yang sempurna. Tetapi hal itu mengungkapkan sesuatu yang penting: dalam pertandingan sulit, ketika segalanya tampak lepas kendali, MU memiliki pemain dengan karakter yang cukup untuk menjaga mereka tetap dalam permainan.
Sesko tidak hanya mencetak gol. Dia mengirimkan pesan bahwa dia dilahirkan untuk bermain di menit-menit krusial. Dan itu adalah kualitas yang selalu dihargai oleh Old Trafford.
Scr/Mashable















