Platform komunikasi Discord kembali menjadi pusat kontroversi. Setelah mengumumkan kebijakan verifikasi usia lewat scan wajah dan unggah kartu identitas yang akan berlaku global mulai Februari–Maret 2026, gelombang protes langsung bermunculan dari komunitas pengguna.
Kebijakan ini tidak hanya memicu kekhawatiran soal privasi data biometrik, tetapi juga menyeret nama CEO baru Discord, Humam Sakhnini, ke tengah perdebatan publik.
Konsultan teknologi asal Israel yang juga dikenal sebagai mantan Presiden Candy Crush Saga itu kini menjadi sorotan setelah mengambil alih kepemimpinan dan menerapkan sejumlah aturan baru yang dinilai kontroversial.
Verifikasi Usia Discord 2026 Picu Krisis Kepercayaan
Dalam kebijakan terbarunya, Discord mewajibkan pengguna melakukan pemindaian wajah atau mengunggah dokumen identitas resmi untuk bisa terus mengakses aplikasi.
Langkah ini diklaim sebagai bagian dari upaya meningkatkan keamanan pengguna serta mematuhi regulasi digital global terkait perlindungan anak di bawah umur.
Namun, respons komunitas justru negatif. Banyak pengguna menilai kebijakan scan wajah Discord 2026 sebagai bentuk pelanggaran privasi yang berlebihan.
Kekhawatiran ini diperparah oleh insiden kebocoran data pada 2025 yang mengekspos sekitar 70.000 foto identitas resmi pengguna melalui vendor pihak ketiga. Peristiwa tersebut masih membekas di ingatan komunitas, sehingga permintaan data biometrik kini dianggap sebagai risiko besar.
“Data wajah bukan password yang bisa diganti,” tulis salah satu pengguna di Reddit dalam diskusi yang ramai membahas potensi boikot Discord 2026.
Opsi Usia Dinilai Tak Kalah Mengkhawatirkan
Bagi pengguna yang menolak melakukan scan wajah atau mengunggah ID, Discord menawarkan alternatif berupa sistem inferensi usia. Opsi ini memberikan izin kepada Discord untuk menganalisis aktivitas akun, perangkat yang digunakan, hingga pola perilaku guna memperkirakan usia pengguna.
Meski disebut sebagai pilihan yang lebih fleksibel, sistem ini justru memunculkan kekhawatiran baru. Banyak pengguna menilai pemantauan aktivitas dan pola perilaku secara mendalam berpotensi melanggar privasi digital.
Beberapa komunitas menyebutnya sebagai bentuk “pengawasan terselubung” yang lebih invasif dibanding verifikasi manual.
Nama CEO Baru Jadi Perbincangan
Penunjukan Humam Sakhnini sebagai CEO Discord menjadi faktor yang memperkuat sentimen negatif. Latar belakangnya sebagai konsultan teknologi dan eksekutif di industri game dianggap sebagian pengguna mencerminkan pendekatan korporasi yang lebih agresif.
Di berbagai forum, muncul spekulasi bahwa kebijakan verifikasi biometrik ini berkaitan dengan upaya memperkuat kepatuhan regulasi global, terutama jika Discord berencana melantai di bursa saham (IPO).
Walau tidak ada bukti langsung yang mengaitkan kebijakan ini dengan agenda IPO, persepsi publik sudah terlanjur terbentuk. Sebagian pengguna merasa Discord kini lebih berorientasi pada kepentingan bisnis dan investor dibanding budaya komunitas yang selama ini menjunjung anonimitas.
Seruan Boikot dan Migrasi ke Platform Alternatif
Tagar terkait boikot Discord dan pembatalan langganan premium Nitro mulai ramai diperbincangkan. Beberapa server komunitas bahkan secara terbuka mendiskusikan opsi migrasi ke platform alternatif.
Bagi banyak pengguna lama, anonimitas adalah fondasi utama Discord. Kewajiban verifikasi wajah dianggap merusak identitas platform yang selama ini berbeda dari media sosial arus utama.
Ancaman migrasi massal tentu menjadi tantangan besar bagi Discord. Jika pengguna premium membatalkan Nitro secara kolektif, dampaknya bisa signifikan terhadap pendapatan perusahaan.
Scr/Mashable


















