Tips Mudah agar Remaja Tetap Aman Saat Akses Internet di Era Media Sosial

18.02.2026
Tips Mudah agar Remaja Tetap Aman Saat Akses Internet di Era Media Sosial
Tips Mudah agar Remaja Tetap Aman Saat Akses Internet di Era Media Sosial

Momentum Safer Internet Day menjadi pengingat penting bagi orang tua untuk memastikan keamanan remaja saat mengakses internet.

Di tengah derasnya arus media sosial, grup chat yang aktif 24 jam, hingga tren digital yang terus berubah, pengawasan tidak lagi harus berarti memeriksa isi pesan satu per satu atau berdebat panjang soal screen time.

Kini, ada cara yang lebih bijak dan efektif untuk menjaga keamanan remaja di internet tanpa membuat hubungan orang tua dan anak menjadi renggang. Berikut panduan lengkap yang bisa diterapkan di rumah.

1. Tetap “Kepo” dengan Dunia Digital Remaja

Bagi remaja, media sosial bukan sekadar hiburan. Platform seperti Instagram, Facebook, dan Messenger menjadi ruang untuk berekspresi, belajar, bahkan membangun komunitas.

Orang tua tidak harus memahami semua tren atau kreator favorit anak. Namun, menunjukkan ketertarikan adalah langkah awal membangun kepercayaan.

Cobalah bertanya:

  • Konten apa yang sedang mereka sukai?
  • Siapa kreator favorit mereka?
  • Komunitas apa yang mereka ikuti?

Dengan pendekatan ini, remaja biasanya lebih terbuka dan nyaman berbagi pengalaman digital mereka.

2. Bangun Komunikasi Dua Arah yang Hangat

Keamanan digital tidak hanya soal teknologi, tetapi juga kepercayaan. Diskusi yang santai dan terbuka jauh lebih efektif dibanding larangan sepihak.

Beberapa topik penting yang bisa dibahas bersama remaja:

  • Apa yang harus dilakukan jika menerima pesan dari orang asing?
  • Bagaimana mengenali konten yang tidak sesuai?
  • Kapan waktu yang tepat untuk istirahat dari gadget?

Percakapan rutin seperti ini membantu menyamakan ekspektasi dan mempererat hubungan orang tua dan anak. Dunia digital terus berubah, sehingga diskusi pun perlu menyesuaikan perkembangan usia mereka.

3. Manfaatkan Fitur Keamanan Bawaan Media Sosial

Banyak orang tua belum menyadari bahwa platform media sosial sudah memiliki fitur perlindungan otomatis untuk remaja.

Pada akun remaja di bawah 18 tahun:

  • Orang asing tidak dapat mengirim pesan langsung.
  • Hanya teman yang bisa memberi tag.
  • Konten sensitif otomatis tersaring.
  • Gambar mencurigakan di DM akan diburamkan (blur).

Untuk remaja di bawah 16 tahun, perubahan pengaturan keamanan memerlukan izin orang tua. Ini memberi kontrol tambahan tanpa harus memantau setiap aktivitas secara manual.

4. Atur Screen Time dengan Bijak

Masalah screen time sering menjadi sumber konflik di rumah. Namun kini, fitur bawaan platform bisa membantu.

Remaja akan mendapat pengingat otomatis setelah 60 menit penggunaan media sosial. Selain itu, Mode Tidur aktif pukul 22.00–07.00, yang:

  • Mematikan notifikasi
  • Mengirim balasan otomatis
  • Membantu menjaga waktu istirahat

Jika diperlukan, orang tua juga bisa mengaktifkan fitur pengawasan tambahan untuk:

  • Membatasi durasi harian
  • Mengatur jam akses
  • Memblokir penggunaan saat waktu belajar atau makan bersama

Pendekatan ini membantu menciptakan kebiasaan digital yang sehat tanpa kesan terlalu mengekang.

5. Jaga Komunikasi Tetap Terbuka

Keamanan internet untuk remaja bukan proyek satu kali. Apa yang relevan saat anak berusia 13 tahun belum tentu cukup ketika mereka menginjak 16 tahun.

Perkembangan teknologi dan tren digital sangat cepat. Karena itu, orang tua perlu terus memperbarui pemahaman dan menyesuaikan pendekatan.

Jika membutuhkan referensi tambahan, berbagai panduan edukasi keluarga digital kini tersedia melalui pusat edukasi daring yang menyediakan materi dari para ahli keamanan digital.

6. Peran Orang Tua Tetap yang Utama

Meski fitur keamanan digital semakin canggih, pengaruh terbesar tetap datang dari orang tua. Jadilah tempat pertama yang mereka tuju saat mengalami hal tidak nyaman di internet.

Remaja yang merasa didengar dan dipercaya cenderung lebih terbuka ketika menghadapi cyberbullying, penipuan online, atau paparan konten tidak pantas.

Menjaga remaja tetap aman saat akses internet bukan berarti mengawasi setiap langkah mereka.

Dengan pendekatan yang suportif dan penuh kepercayaan, orang tua bisa membantu remaja tumbuh menjadi pengguna internet yang cerdas, bijak, dan bertanggung jawab.

Sumber foto: META

Scr/Mashable




Don't Miss