Layanan berbagi video terbesar di dunia, YouTube, baru saja dilaporkan mengalami gangguan teknis masif yang berdampak pada ratusan ribu pengguna di seluruh dunia.
Masalah akses ini dilaporkan mulai terjadi pada pukul 08.00 malam waktu Eastern (ET), di mana lonjakan keluhan mencapai puncaknya hingga 338.000 laporan di situs navigasi gangguan, Downdetector.
Dikutip dari Engadget, Kamis (19/2/2026), gangguan ini tidak hanya melanda wilayah Amerika Serikat, tetapi juga menyebar ke berbagai negara besar lainnya termasuk India, Kanada, Filipina, Australia, hingga Rusia.
Pengguna melaporkan kesulitan dalam mengakses aplikasi mobile maupun versi situs web, yang mengakibatkan hilangnya tampilan halaman beranda secara total bagi sebagian besar pengunjung.
Memasuki pukul 09.30 malam, gelombang keresahan pengguna terpantau masih membanjiri platform media sosial seperti Reddit dan X (sebelumnya Twitter). Meskipun beberapa pengguna mulai melaporkan pemulihan layanan secara parsial, transisinya tidak berjalan mulus bagi semua orang.
Sebagian besar akun yang sudah bisa kembali masuk ke halaman beranda mengeluhkan hilangnya algoritma rekomendasi video, yang membuat laman mereka tampak kosong atau tidak sinkron.
Selain itu, gangguan ini ternyata merembet ke ekosistem Google lainnya, di mana ribuan laporan juga masuk mengenai kendala akses pada layanan utama Google dan fitur perintah suara cerdas, Google Home Assistant.
Pihak internal YouTube secara aktif memantau situasi ini dan memberikan pernyataan resmi melalui akun media sosial mereka sebelum pukul 09.00 malam.
Dalam pembaruan yang dibagikan setiap 20 menit sekali, tim teknis mengakui adanya kendala serius pada sistem rekomendasi mereka yang memengaruhi navigasi konten.
Meskipun halaman utama perlahan kembali normal bagi sebagian wilayah, gangguan pada sinkronisasi data sempat membuat layanan terasa pincang. Titik terang akhirnya muncul pada pukul 10.12 malam waktu Eastern, ketika tim YouTube secara resmi mengumumkan bahwa masalah tersebut telah sepenuhnya diperbaiki dan sistem telah kembali stabil secara global.
Meski demikian, hingga pengumuman tersebut dirilis, Google belum memberikan penjelasan mendalam mengenai penyebab teknis di balik ambruknya infrastruktur mereka secara mendadak.
Kejadian ini menjadi pengingat betapa krusialnya stabilitas layanan digital raksasa dalam mendukung ekosistem informasi global, mengingat jutaan orang bergantung pada platform ini untuk kebutuhan hiburan, edukasi, hingga pekerjaan profesional setiap harinya.
Proses normalisasi saat ini diperkirakan sudah mencapai 100 persen di seluruh wilayah terdampak. Para pengguna yang masih mengalami kendala teknis kecil disarankan untuk melakukan refresh pada peramban mereka atau membersihkan cache pada aplikasi untuk memastikan sistem rekomendasi kembali berfungsi dengan optimal.
Gangguan singkat namun masif ini kembali memicu diskusi hangat di kalangan pengamat teknologi mengenai urgensi redundansi sistem pada penyedia layanan awan berskala besar agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Scr/Mashable




















