Arsenal Cetak Rekor Sial di Premier League

20.02.2026
Arsenal Cetak Rekor Sial di Premier League
Arsenal Cetak Rekor Sial di Premier League

Arsenal kehilangan poin melawan Wolves, mencetak rekor yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Premier League.

Di Stadion Molineux pada, Kamis 19 Februari 2026 dini hari WIB, Arsenal memulai pertandingan dengan sempurna. Bukayo Saka mencetak gol hanya setelah 5 menit, sebelum Piero Hincapie menggandakan keunggulan di awal babak kedua. Di pinggir lapangan, Mikel Arteta memiliki alasan untuk percaya bahwa timnya akan meninggalkan lapangan dengan membawa pulang tiga poin penuh.

Namun, Liga Inggris selalu penuh dengan hal-hal yang tidak terduga. Hugo Bueno membangkitkan harapan Wolves dengan tendangan berani. Kemudian datang momen yang menentukan ketika Riccardo Calafiori dengan canggung memasukkan bola ke gawangnya sendiri. Hasil imbang 2-2 mengakhiri pertandingan yang mengecewakan bagi The Gunners.

Arsenal menjadi tim pemimpin klasemen Premier League pertama dalam sejarah yang kehilangan keunggulan dua gol melawan tim di zona degradasi, atau bahkan tim di posisi terbawah klasemen. Sebuah rekor yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Konsekuensinya jelas jauh lebih besar daripada sekadar kehilangan dua poin. Dengan Man City tertinggal lima poin tetapi masih memiliki satu pertandingan tersisa, kesalahan ini dapat sepenuhnya mengubah jalannya persaingan perebutan gelar. Pep Guardiola dan para pemainnya terkenal karena kemampuan mereka untuk meningkatkan performa di tahap akhir musim. Arsenal, di sisi lain, telah tersandung tiga kali dalam beberapa tahun terakhir.

Arsenal akan menghadapi Tottenham dan Chelsea di laga mendatang. Dua derbi ini tidak memberi ruang untuk kesalahan. Jika mereka ingin menghapus kenangan buruk di Molineux dan kembali ke persaingan perebutan gelar sekuat mungkin, mereka harus segera menunjukkan karakter mereka.

Di Liga Inggris, terkadang gelar juara tidak lepas karena kekalahan besar. Gelar juara lepas karena hasil imbang yang tampaknya tidak berbahaya.

Gagal Kalahkan Wolves, Arsenal Menanti 5 Pertandingan Berat di Liga Inggris

Arsenal masih memimpin klasemen Liga Inggris 2025/2026, tetapi hasil imbang 2-2 melawan Wolves pada Kamis 19 Februari 2026 dini hari WIB, telah mengubah persaingan perebutan gelar dengan cara yang tidak diinginkan siapa pun oleh suporter The Gunners.

Di Molineux, Arsenal tampaknya mengendalikan permainan. Bukayo Saka membuka skor pada menit ke-5, sebelum Piero Hincapie menggandakan keunggulan di awal babak kedua. Dengan keunggulan 2-0, tim asuhan Mikel Arteta tampaknya akan pulang dengan membawa tiga poin penuh.

Namun, sepak bola tidak berjalan sesuai skenario yang telah ditentukan. Hugo Bueno memperkecil kedudukan hanya setelah lima menit. Kemudian, pada menit keempat waktu tambahan di babak kedua, Riccardo Calafiori mencetak gol bunuh diri setelah terjadi miskomunikasi antara Gabriel Magalhaes dan David Raya untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Dua poin lepas dari genggaman Arsenal dengan cara yang paling menyakitkan.

Arsenal masih unggul 5 poin dari Man City. Namun, Man City memiliki satu pertandingan lebih sedikit dan sedang dalam performa yang lebih konsisten. Selisih poin di klasemen tidak lagi sepenuhnya mencerminkan keseimbangan kekuatan.

Berbicara di Sky Sports , legenda Arsenal Paul Merson mengatakan: “Saya tahu Arsenal pernah berada di posisi ini tiga kali sebelumnya, tetapi mungkin kesempatan itu tidak akan datang lagi. Sekarang semuanya sudah di luar kendali mereka. Pembicaraan tentang kehancuran Arsenal sendiri akan datang bertubi-tubi.”

Jadwal pertandingan mendatang semakin menambah tekanan. Arsenal akan menghadapi Tottenham (tandang), Chelsea (kandang), Brighton (tandang), Everton (kandang), dan Bournemouth (kandang) secara berturut-turut.

Sementara itu, Man City akan menghadapi Newcastle, Leeds, Nottingham Forest, West Ham, dan Chelsea. Mereka memiliki tiga pertandingan kandang dan, yang lebih penting, kendali atas nasib mereka sendiri jika mereka memenangkan pertandingan yang ditunda. Selain itu, kedua tim akan berhadapan langsung pada tanggal 18 April.

Persaingan belum berakhir, dan Arsenal masih memimpin. Namun, dari posisi yang sepenuhnya terkendali, mereka telah memasuki fase di mana mereka harus menunggu dan bereaksi. Di Liga Inggris, perbedaan antara juara dan tim underdog terkadang terletak pada satu momen kelengahan.

Scr/Mashable





Don't Miss