Lionel Messi Akui Menyesal Malas Belajar Bahasa Inggris

03.03.2026
Lionel Messi Akui Menyesal Malas Belajar Bahasa Inggris
Lionel Messi Akui Menyesal Malas Belajar Bahasa Inggris

Bintang Inter Miami, Lionel Messi, mengungkapkan penyesalannya karena tidak menguasai bahasa Inggris saat masih muda.

Dengan karier yang gemilang, Messi telah memantapkan dirinya sebagai salah satu pemain terhebat dalam sejarah sepak bola. Namun, meskipun kemampuan kakinya telah berbicara lebih lantang daripada kata-katanya di lapangan, Messi mengakui bahwa ia menyesal tidak belajar bahasa Inggris di masa mudanya.

Bintang berusia 38 tahun itu merasa bahwa kehilangan kesempatan ini telah memengaruhi kemampuannya untuk berkomunikasi dengan tokoh-tokoh terkenal.

“Saya menyesali banyak hal,” Messi berbagi di podcast ‘Miro de Atras’.

“Terutama tidak belajar bahasa Inggris ketika saya masih muda. Seharusnya saya punya waktu untuk mempelajarinya, setidaknya untuk menelaahnya, tetapi saya tidak melakukannya. Saya sangat menyesalinya.”

“Saya pernah berada dalam situasi di mana saya bertemu orang-orang luar biasa, individu-individu hebat untuk diajak bicara, tetapi kemudian saya merasa tidak mampu (karena kendala bahasa). Saya selalu berkata pada diri sendiri, ‘Saya benar-benar bodoh, membuang-buang waktu seperti ini.'”

“Saat masih muda, kita sering kali tidak menyadarinya. Kini, itulah yang selalu saya sampaikan kepada anak-anak saya: pentingnya pendidikan yang baik, belajar, dan selalu siap siaga.”

“Saya selalu berpesan kepada anak-anak saya untuk memanfaatkan kesempatan yang ada. Keadaan mereka berbeda dari keadaan saya di masa lalu, meskipun saya sendiri tidak pernah kekurangan apa pun…”

Messi menghabiskan sebagian besar kariernya bersama raksasa Catalan, Barcelona , ​​​​di mana ia telah memenangkan banyak gelar besar, termasuk 10 gelar La Liga dan 4 trofi Liga Champions.

Setelah meninggalkan Barcelona pada tahun 2021, sang striker menghabiskan dua tahun di Paris Saint-Germain sebelum bergabung dengan Inter Miami pada tahun 2023.

Rencana Lionel Messi untuk Piala Dunia 2026

Bintang timnas Argentina, Lionel Messi, sengaja mengurangi intensitas latihan dan pertandingannya, memprioritaskan menjaga kondisi fisik yang sempurna menjelang ajang sepak bola terbesar di planet ini.

Lionel Messi sedang menjalani fase persiapan khusus di Inter Miami, karena ia telah memutuskan untuk mengubah metode latihannya agar tiba di Piala Dunia dalam kondisi fisik sebaik mungkin.

Ini bukan penyesuaian jangka pendek, melainkan strategi yang diperhitungkan dengan cermat.

Menurut rencana baru tersebut, Messi akan mengurangi secara signifikan sesi latihan intensitas tinggi yang menghabiskan banyak energi dan berisiko cedera.

Sebaliknya, ia lebih fokus pada sesi rehabilitasi, perawatan otot, dan menjaga keseimbangan fisiknya. Ini adalah pendekatan yang umum bagi pemain yang lebih tua, tetapi bagi Messi, hal ini memiliki makna khusus mengingat ia tetap menjadi pemain kunci bagi klubnya dan tim nasional.

Tidak hanya rencana latihan yang diubah, tetapi cara Messi digunakan di lapangan juga telah disesuaikan. Bintang Argentina itu tidak akan lagi bermain di setiap pertandingan, tetapi akan dialokasikan waktu bermain secara selektif.

Hal ini membantunya mempertahankan kontrol bola dan ritme permainannya, sekaligus meminimalkan risiko kelelahan dalam jadwal MLS yang padat.

Elemen kunci dalam rencana Messi adalah prinsip “tidak mengambil risiko yang tidak perlu.” Setiap tanda yang dapat menyebabkan cedera dipertimbangkan dengan cermat, mulai dari intensitas latihan hingga waktu pertandingan.

Di Inter Miami, staf pelatih dan tim medis dilaporkan sepenuhnya mendukung pendekatan ini. Klub memahami bahwa nilai terbesar Messi tidak hanya terletak pada menit bermainnya di MLS, tetapi juga dalam menjaga kebugarannya untuk tujuan yang lebih besar di masa depan.

Messi telah berulang kali menekankan pentingnya mendengarkan tubuhnya. Penyesuaian ini menunjukkan bahwa dia mengontrol setiap detail dalam proses persiapannya dengan cermat.

Ini bukan sekadar kehati-hatian seorang pemain berusia 38 tahun, tetapi juga pola pikir seorang juara yang ingin memasuki Piala Dunia dalam kondisi sempurna, bebas dari segala masalah fisik.

Scr/Mashable





Don't Miss