Startup AI Prancis Raih Pendanaan dari Toyota, Nvidia, dan Samsung untuk Kembangkan Teknologi yang Pahami Dunia Nyata

11.03.2026
Startup AI Prancis Raih Pendanaan dari Toyota, Nvidia, dan Samsung untuk Kembangkan Teknologi yang Pahami Dunia Nyata
Startup AI Prancis Raih Pendanaan dari Toyota, Nvidia, dan Samsung untuk Kembangkan Teknologi yang Pahami Dunia Nyata

Startup kecerdasan buatan asal Prancis, AMI (Advanced Machine Intelligence), mengumumkan berhasil memperoleh pendanaan awal sebesar 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp16 triliun untuk mengembangkan model kecerdasan buatan yang mampu memahami dunia fisik.

Perusahaan rintisan yang didirikan bersama oleh ilmuwan AI ternama Yann LeCun tersebut menyatakan dana segar itu akan digunakan untuk mempercepat pengembangan teknologi yang disebut sebagai “world model”, yakni sistem AI yang dirancang untuk memahami cara kerja dunia nyata.

Melansir dari AFP, Rabu (11/03/2026), pendanaan tahap awal ini melibatkan lima dana investasi global serta sejumlah perusahaan teknologi dan industri besar seperti Toyota, Nvidia, dan Samsung. Selain itu, sejumlah tokoh teknologi juga tercatat sebagai investor, termasuk mantan CEO Google Eric Schmidt dan pendiri Amazon Jeff Bezos.

LeCun mengatakan bahwa setelah pendanaan ini rampung, perusahaan akan segera memperluas tim dengan merekrut sekitar 20 hingga 30 peneliti dan insinyur dalam waktu dekat.

Menurut LeCun, pendekatan yang dikembangkan AMI berbeda dengan model AI populer saat ini yang berbasis Large Language Model (LLM), seperti yang digunakan pada chatbot ChatGPT maupun Gemini.

Model AI yang dikembangkan AMI diharapkan mampu memahami dunia fisik, memprediksi kejadian, serta menganalisis hubungan sebab-akibat seperti yang dilakukan manusia atau hewan.

Teknologi ini diyakini dapat membuka berbagai aplikasi baru, mulai dari kendaraan otonom, robotika, hingga analisis sistem industri kompleks.

Pengumuman pendanaan tersebut juga mendapat perhatian dari Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang menyebut langkah itu sebagai tonggak penting bagi perkembangan teknologi kecerdasan buatan di negaranya.

“Yann LeCun membuka lembaran baru dalam kecerdasan buatan. Inilah Prancis para peneliti, pembangun, dan orang-orang yang berani,” tulis Macron melalui akun media sosialnya.

AMI yang berkantor pusat di Paris juga memiliki kantor di New York, Singapura, dan Montreal. Sebelum putaran pendanaan ini, valuasi perusahaan diperkirakan mencapai sekitar 3,5 miliar dolar AS.

LeCun sebelumnya dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam pengembangan AI global dan menghabiskan 12 tahun bekerja di Meta sebagai kepala ilmuwan AI.

Ia mengumumkan keluar dari perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp tersebut pada November tahun lalu. Saat ini LeCun menjabat sebagai ketua non-eksekutif AMI, sementara posisi CEO dipegang oleh Alexandre Lebrun.

Menurut LeCun, pengembangan teknologi di AMI merupakan kelanjutan dari riset arsitektur AI baru yang sebelumnya ia kerjakan di Meta, termasuk konsep JEPA (Joint Embedding Predictive Architecture).

Dalam tiga hingga lima tahun ke depan, perusahaan menargetkan dapat menghadirkan sistem kecerdasan buatan yang bersifat universal, yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan mesin cerdas.

Pada tahun pertama operasionalnya, AMI akan memfokuskan aktivitas pada riset dan pengembangan. Diskusi kerja sama dengan mitra industri diperkirakan mulai dilakukan dalam enam hingga 12 bulan mendatang.

Scr/Mashable




Don't Miss