NASA menyatakan telah memberikan lampu hijau bagi misi Artemis II untuk diluncurkan setelah menjalani proses flight readiness review yang cukup panjang. Para manajer misi mengatakan pada Kamis bahwa tim kini menargetkan peluncuran paling cepat pada 1 April.
Jadwal baru itu muncul setelah ditemukannya masalah aliran helium pada tahap atas roket raksasa yang akan membawa misi tersebut ke Bulan. Masalah itu memaksa tim teknisi menarik kembali kendaraan peluncur ke hanggar raksasa untuk dilakukan perbaikan.
Setelah mengganti sejumlah segel dan melakukan pengujian ulang, serta mengganti beberapa baterai, para manajer misi mengatakan bahwa sistem kini siap untuk terbang.
Begitu kuatnya tekad NASA untuk melakukan peluncuran bulan depan sehingga para manajernya menolak memberikan jendela peluncuran setelah 30 April.
“Saya pernah mengatakan sebelumnya bahwa memang ada peluang di bulan-bulan lain,” kata Lori Glaze pada Kamis. “Namun saat ini, kami sepenuhnya fokus pada bulan April.”
Proses flight readiness review menjadi pemeriksaan tingkat lembaga terakhir terhadap perangkat keras, tim, serta rencana misi sebelum roket Space Launch System dan wahana antariksa Orion dipindahkan kembali ke landasan peluncuran.
Keputusan “polling go” berarti badan antariksa tersebut merasa cukup yakin untuk mengirim empat astronaut—Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen—dalam penerbangan selama 10 hari mengelilingi Bulan. Misi ini akan menjadi perjalanan berawak ke ruang angkasa dalam yang pertama dalam lebih dari 50 tahun.
Para manajer misi mengatakan roket setinggi 322 kaki itu diperkirakan akan digulirkan kembali ke landasan peluncuran di Cape Canaveral pada 19 Maret mendatang.
Para insinyur sebelumnya menemukan dan memperbaiki segel helium yang tersumbat pada jalur darat. Masalah tersebut mengejutkan tim karena sebelumnya mereka berhasil melakukan uji pengisian bahan bakar hampir tanpa kendala pada akhir Februari.
NASA kemudian menguji konektor yang telah didesain ulang dan memasang komponen yang telah dimodifikasi pada tahap atas roket. Selain itu, tim juga mengganti baterai sistem penghentian penerbangan serta menguji baterai sistem abort pada modul awak.
NASA menyatakan masih berada di jalur yang tepat untuk mencoba peluncuran paling cepat pada 1 April, dengan jendela peluncuran dibuka pukul 18.24 waktu Timur AS. Tanggal cadangan tersedia antara 2 hingga 6 April.
Sesuai prosedur standar untuk menjaga kesehatan dan kesiapan awak, para astronaut akan memasuki masa karantina pra-peluncuran pada 18 Maret dan melakukan perjalanan ke Kennedy Space Center di Florida sekitar lima hari sebelum peluncuran.
Dalam konferensi pers, pejabat NASA sempat terlibat perdebatan cukup tegang dengan wartawan terkait kemungkinan kegagalan misi atau kehilangan awak. Ketika diminta memberikan angka pasti mengenai tingkat risiko, para manajer misi enggan menjawab dan hanya memberikan perbandingan kasar dengan data historis.
Ketua tim manajemen misi Artemis II, John Honeycutt, mengatakan bahwa penerbangan uji sering kali memiliki tingkat ketidakpastian yang tinggi.
Ketika pertanyaan tentang risiko diajukan kembali, moderator NASA Rachel Kraft menolak memberi kesempatan panel untuk menjawab.
“Kami sudah membahas pertanyaan soal risiko beberapa kali,” ujarnya. “Masih banyak pertanyaan lain yang perlu dijawab.”
Meski demikian, pekerjaan masih berlangsung di Vehicle Assembly Building. Tim teknis akan menyelesaikan berbagai pemeriksaan akhir, melepas platform akses, serta mengamankan perangkat keras sebelum roket dipindahkan kembali ke landasan peluncuran.
NASA juga tidak berencana melakukan wet dress rehearsal lagi—yakni simulasi hitung mundur peluncuran dengan bahan bakar sungguhan—karena proses tersebut dapat menghabiskan waktu dari jendela peluncuran pada April. Sebagai gantinya, badan antariksa itu berencana mengisi bahan bakar roket pada hari yang berpotensi langsung dilanjutkan dengan peluncuran.
Honeycutt menegaskan bahwa meskipun proses flight readiness review merupakan pencapaian penting bagi sebuah misi, hal itu hanyalah satu tahap dalam perjalanan panjang.
“Kami tidak akan merayakannya sampai Reid, Victor, Christina, dan Jeremy kembali ke Bumi dengan selamat,” katanya.
Scr/Mashable





















