Perkembangan perangkat komputasi berbasis AI kini semakin menarik, terutama dengan hadirnya inovasi dari pabrikan Jepang. Zuiki resmi memperkenalkan mini PC terbaru bernama Vividnode Mobile AI, sebuah perangkat ultra-compact yang dirancang khusus untuk menjalankan model AI besar secara lokal.
Meski ukurannya kecil, perangkat ini membawa spesifikasi yang tidak main-main. Dengan dukungan prosesor berbasis RISC-V, mini PC ini menjadi salah satu perangkat unik yang menawarkan performa tinggi di segmen komputasi AI portabel.
Performa Tinggi dengan RISC-V dan 60 TOPS
Dilansir dari linuxgizmos (28/03/26), pada bagian inti, Vividnode Mobile AI ditenagai oleh chipset SpacemiT K3 yang mengusung CPU octa-core dengan kecepatan hingga 2,4 GHz. Prosesor ini dilengkapi delapan core A100 dan mampu menghasilkan performa hingga 60 TOPS (trillions of operations per second).
Kemampuan ini memungkinkan perangkat menjalankan berbagai model AI besar atau Large Language Models (LLM) secara lokal tanpa bergantung pada cloud. Hal ini tentu menjadi nilai tambah bagi pengguna yang mengutamakan privasi data atau membutuhkan pemrosesan AI secara offline.
Mini PC ini juga hadir dengan pilihan RAM hingga 32 GB, memberikan fleksibilitas bagi pengguna dengan kebutuhan komputasi berbeda. Untuk pengguna dengan kebutuhan lebih ringan, tersedia juga varian dengan kapasitas memori lebih kecil.


Sistem Operasi Khusus dan Dukungan Framework AI
Menariknya, perangkat ini menggunakan sistem operasi berbasis Linux kustom bernama VividLinux AI OS. Sistem ini sudah dilengkapi berbagai tools dan framework AI populer seperti ONNX, TensorFlow, PyTorch, hingga Ollama.
Selain itu, dukungan terhadap model seperti Qwen-30B membuat mini PC ini semakin relevan bagi pengembang AI dan data scientist. Dengan ekosistem software yang lengkap, pengguna bisa langsung menjalankan berbagai eksperimen AI tanpa konfigurasi rumit.
Desain Compact dan Efisiensi Daya
Sesuai namanya, Vividnode Mobile AI memiliki desain yang sangat ringkas dengan dimensi hanya sekitar 125 x 88 x 28 mm. Ukuran ini membuatnya mudah dibawa dan digunakan di berbagai skenario, baik sebagai perangkat utama maupun sebagai secondary compute engine.

Dari sisi daya, perangkat ini hanya membutuhkan sekitar 40 watt, sehingga tetap hemat energi dan tidak menghasilkan panas berlebih. Ini menjadi keunggulan tersendiri dibandingkan sistem AI konvensional yang biasanya membutuhkan daya besar.
Konektivitas dan Fitur Tambahan
Untuk urusan konektivitas, mini PC ini menyediakan:
- Dual USB Type-C (data & DisplayPort)
- USB-C untuk power
- Dual Ethernet (10G dan 1G)
- WiFi 6 dan Bluetooth 5.2
Selain itu, terdapat slot M.2 untuk ekspansi storage serta penyimpanan internal UFS 64 GB. Meski port yang tersedia tergolong minimalis, fitur yang ditawarkan sudah cukup untuk kebutuhan komputasi modern.
Harga Premium dan Status Crowdfunding
Saat ini, Vividnode Mobile AI masih berada dalam tahap crowdfunding melalui platform Jepang. Untuk varian 16 GB RAM tanpa SSD, harga yang ditawarkan sekitar 173.000 Yen atau sekitar Rp18.5 jutaan. Sementara versi 32 GB RAM dibanderol hingga 255.000 Yen atau sekitar Rp27.3 jutaan.
Peluncuran resminya ditargetkan pada Desember 2026, meskipun ketersediaan global masih belum pasti. Seperti produk crowdfunding lainnya, calon pembeli juga perlu mempertimbangkan risiko terkait produksi dan distribusi.
Sumber foto: linuxgizmos.com
Scr/Mashable















