Kabupaten Belitung tengah mempersiapkan diri menjadi destinasi sports tourism unggulan di Indonesia melalui gelaran Kejuaraan Tinju Amatir Terbuka Piala Danlanud H. AS Hanandjoeddin 2026. Event yang memadukan prestasi olahraga, pelestarian tradisi lokal, dan penguatan ekonomi kerakyatan ini dijadwalkan berlangsung pada 20–25 April 2026 di GOR Tanjungpandan.
Kejuaraan ini merupakan inisiasi TNI Angkatan Udara yang sekaligus menjadi wujud sinergi strategis antara TNI AU, Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung, dan masyarakat. Komandan Lanud H. AS Hanandjoeddin, Letkol Pnb Made Yogi Indra Prabhowo, S.Sos., M.Han., selaku Pembina, menekankan akar budaya di balik event tersebut.
“Semangat petarung Belitung sejatinya berakar dari tradisi Beripat Beregong, seni pertunjukan bela diri tradisional Belitung. Melalui kejuaraan ini, kita membawa nilai-nilai keberanian dan sportivitas tersebut ke level nasional, sekaligus memperingati HUT TNI AU ke-80,” ujar Letkol Made Yogi Indra Prabhowo, dalam rilis yang diterima awak Mashable Indonesia.
Barometer Baru Tinju Amatir dengan Standar Tinggi
Event ini dirancang sebagai panggung regenerasi sekaligus barometer kompetisi tinju amatir nasional. Fasilitas yang disediakan setara dengan standar PON dan SEA Games. Panitia menargetkan keikutsertaan 200 hingga 300 petinju dari seluruh Indonesia yang akan bertarung di 9 kelas putra dan 6 kelas putri.
Hadiah total mencapai ratusan juta rupiah, ditambah perebutan Piala Bergilir Danlanud H. AS Hanandjoeddin.Sebagai rangkaian pembuka, pada 19 April 2026 digelar Kids Boxing Camp untuk menginspirasi bibit-bibit muda petinju amatir.
Suasana semakin meriah dengan digelarnya Kompetisi Drum Band pada 22–24 April, sebelum puncak acara berupa babak final tinju dan pengumuman pemenang pada 25 April 2026.
Apresiasi dari Para Juara Nasional
Kejuaraan ini mendapat dukungan langsung dari tokoh-tokoh tinju Indonesia. Pemegang Sabuk WBA Asia Ongen Saknosiwi yang hadir dalam konferensi pers memberikan apresiasi tinggi terhadap fasilitas yang disediakan.
“Saya sangat mengapresiasi inisiasi Danlanud H. AS Hanandjoeddin. Fasilitas lengkap yang diberikan kepada atlet amatir, mulai dari akomodasi hingga perlengkapan bertanding, adalah standar yang sangat dibutuhkan untuk melahirkan juara-juara baru,” ungkap Ongen Saknosiwi.
Sementara itu, peraih medali perunggu tinju SEA Games Thailand 2025 di kelas Women’s Featherweight (57 kg), Alfianita Kartika Manopo, menyampaikan dukungan khusus bagi petinju putri.
“Kejuaraan ini menjadi program penting bagi petinju, khususnya perempuan, untuk menunjukkan bahwa mereka memiliki ruang yang sama untuk bersinar di level nasional. Standar tinggi yang diberikan panitia sangat luar biasa dalam menghargai proses atlet,” ungkap Alfianita dalam pesan dukungannya.
Dampak Ekonomi bagi Masyarakat Lokal
Bupati Belitung, Haji Djoni Alamsyah Hidayat, S.Sos., selaku Penasihat, menyoroti aspek ekonomi dari perhelatan ini.
“Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi strategis dalam memperkenalkan keunggulan Belitung secara luas. Selain ring tinju, kehadiran Festival UMKM yang melibatkan lebih dari 30 UMKM binaan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan, dan Tenaga Kerja Kabupaten Belitung akan menggerakkan roda ekonomi lokal seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan,” tegas Bupati Djoni.
Ketua Panitia, Kapten ADM Edi Isdianto, S.E., menjamin kesiapan teknis penyelenggaraan.
“Melalui fasilitas lengkap yang kami sediakan, mari kita tunjukkan bahwa Belitung siap menjadi tuan rumah kejuaraan tingkat nasional. Kami memberikan kemudahan akses berupa akomodasi dan transportasi bagi peserta selama di Belitung,” ujar Kapten Edi Isdianto.
Pendaftaran dan Akses Penonton
Pendaftaran peserta dibuka dengan biaya Rp750.000 yang sudah mencakup akomodasi, transportasi lokal, serta dua set seragam bertanding (fight pack) eksklusif. Ini menjadi kejuaraan tinju amatir pertama di Indonesia yang menyediakan fasilitas fight pack lengkap bagi peserta. Pendaftaran dapat dilakukan melalui situs resmi pialadanlanud.com, sementara informasi terkini tersedia di Instagram resmi @tinjubelitung.
Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan langsung, tiket dibanderol Rp100.000 yang sudah termasuk satu kupon makan dan satu kupon minum untuk dinikmati di area Festival UMKM.
Dengan konsep yang holistik ini, Piala Danlanud H. AS Hanandjoeddin 2026 tidak hanya diharapkan melahirkan talenta-talenta baru tinju Indonesia, tetapi juga mengangkat nama Belitung sebagai destinasi olahraga dan wisata berkelas di Tanah Air. Event ini menjadi bukti nyata bahwa tinju amatir dapat menjadi katalisator pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Scr/Mashable















