Platform berbagi video milik Alphabet, YouTube, mengumumkan kenaikan harga langganan YouTube Premium di Amerika Serikat. Ini merupakan kenaikan pertama yang dilakukan perusahaan dalam tiga tahun terakhir.
Langkah ini menyusul tren kenaikan tarif layanan streaming global yang sebelumnya telah dilakukan oleh para kompetitor seperti Netflix, Disney+, hingga Spotify.
Dalam pengumuman resminya pada Jumat (10/4/2026), YouTube menetapkan penyesuaian tarif yang cukup signifikan di pasar AS. Harga paket individu kini dipatok menjadi US$15,99 per bulan (sekitar Rp255 ribu), naik US$2 dari harga sebelumnya yang sebesar US$13,99.
Kenaikan paling terasa ada pada Paket Keluarga (Family Plan). Harga paket yang memungkinkan akses hingga lima anggota keluarga ini melonjak US$4 menjadi **US$26,99** per bulan (sekitar Rp430 ribu).
Bagi pengguna yang hanya menginginkan fitur bebas iklan tanpa akses ke YouTube Music, paket YouTube Lite juga mengalami penyesuaian menjadi US$8,99 per bulan. Sementara itu, layanan standalone YouTube Music Premium naik tipis sebesar US$1 menjadi **US$11,99** per bulan.
Juru bicara YouTube menyatakan bahwa keputusan ini diambil untuk memastikan perusahaan dapat terus menghadirkan pengalaman terbaik bagi para anggotanya.
“Perubahan ini memungkinkan kami untuk mempertahankan fitur-fitur yang paling dihargai oleh anggota kami: penayangan bebas iklan, pemutaran di latar belakang (background play), dan akses ke perpustakaan musik masif dengan lebih dari 300 juta lagu,” ujar perwakilan YouTube sebagaimana dikutip dari Reuters.
Selain itu, industri streaming saat ini tengah menghadapi tekanan biaya operasional dan lisensi konten yang semakin tinggi. YouTube berupaya mengompensasi biaya tersebut guna menjaga margin keuntungan di tengah persaingan ketat ekonomi digital global.
Meski harga naik, popularitas layanan berbayar YouTube justru tengah berada di puncak. Hingga awal tahun 2026, gabungan pelanggan YouTube Music dan Premium telah menembus angka 125 juta pelanggan secara global. Angka ini menunjukkan pertumbuhan pesat dibandingkan tahun 2024 yang saat itu masih berada di level 100 juta pelanggan.
Strategi YouTube untuk menekan penggunaan ad-blocker (pemblokir iklan) di peramban disinyalir menjadi salah satu pendorong kuat transisi pengguna dari layanan gratis ke layanan Premium.
Hingga berita ini diturunkan, kenaikan harga tersebut baru berlaku untuk wilayah Amerika Serikat pada siklus penagihan berikutnya. Biasanya, kebijakan harga di AS akan diikuti oleh penyesuaian di pasar internasional lainnya dalam beberapa bulan ke depan.
Scr/Mashable

















