WeChat Larang Konten AI Sepenuhnya Tanpa Sentuhan Manusia

13.04.2026
WeChat Larang Konten AI Sepenuhnya Tanpa Sentuhan Manusia
WeChat Larang Konten AI Sepenuhnya Tanpa Sentuhan Manusia

Tencent memperketat aturan main di platform WeChat terkait penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) untuk pembuatan konten. Langkah ini diambil setelah sebuah unggahan viral mengenai pasangan yang meraup pendapatan fantastis berkat bantuan AI memicu kontroversi di jagat maya.

Keputusan WeChat ini menandai babak baru dalam pertempuran antara konten orisinal buatan manusia dengan gelombang konten otomatis yang kian masif.

Ketegasan WeChat dipicu oleh laporan yang menyebutkan sepasang suami istri berhasil mengantongi pendapatan hingga 2 juta yuan atau sekitar Rp5 miliar per tahun. Mereka dikabarkan mengelola akun publik dengan artikel-artikel yang sepenuhnya diproduksi oleh AI untuk mendulang trafik iklan.

Namun, investigasi lebih lanjut mengungkapkan fakta lain. Melansir laporan The Paper, sebagian besar pendapatan tersebut ternyata bukan berasal dari iklan, melainkan dari biaya pendaftaran sebesar 299 yuan yang ditarik dari para pengikut atau peserta pelatihan yang ingin meniru jejak mereka.

Meskipun klaim tersebut diragukan kebenarannya, keresahan publik terlanjur meluas, terutama mengenai ancaman AI terhadap keberlangsungan ekosistem kreator konten tradisional.

Merespons situasi tersebut, WeChat merilis panduan terbaru yang melarang akun publik maupun akun layanan menggunakan AI, skrip, API, atau alat otomatis lainnya untuk membuat dan mempublikasikan konten secara mandiri tanpa campur tangan manusia.

Beberapa poin utama dalam aturan baru tersebut menegaskan bahwa platform kini melarang otomatisasi penuh dalam pembuatan konten, di mana materi yang dihasilkan, ditulis ulang, atau digabungkan oleh AI tanpa kontribusi kreatif manusia yang signifikan akan dikenakan sanksi.

Selain itu, promosi tutorial atau layanan yang mengajarkan cara memproduksi konten secara otomatis juga dilarang keras. Pelanggaran terhadap kebijakan ini akan dikenai sanksi berlapis, mulai dari penurunan trafik, penghapusan konten, hingga penangguhan akun secara permanen.

“Kami mendukung penggunaan alat bantu untuk meningkatkan efisiensi kreator, namun kami menolak keras sistem otomatisasi penuh yang menggantikan peran penulis manusia,” tegas perwakilan WeChat dalam pernyataan resminya, seperti yang juga dilansir dari South China Morning Post.

Langkah WeChat tidak berdiri sendiri. Tren penertiban AI mulai menjamur di berbagai platform digital China. Pada 6 April lalu, platform drama pendek Hongguo mengumumkan telah menghapus 1.718 serial yang melanggar aturan sepanjang kuartal pertama 2026.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 670 judul ditindak tegas karena penyalahgunaan materi buatan AI yang dianggap melanggar hak cipta dan standar kualitas platform.

Scr/Mashable




Don't Miss