Di tengah jajaran produk premium Apple yang dikenal mahal, ternyata masih ada opsi yang menawarkan value tinggi dengan harga lebih masuk akal.
Selain MacBook Neo, Apple iPad Air 11 (2026) muncul sebagai salah satu perangkat paling worth it di lini Apple saat ini.
Dengan harga mulai sekitar $599 atau sekitar Rp10 jutaan, iPad Air terbaru ini membawa peningkatan performa signifikan berkat penggunaan chip M4, menjadikannya salah satu tablet paling kencang di kelasnya.
Performa M4 Jadi Daya Tarik Utama
Hal paling menonjol dari iPad Air 2026 tentu ada pada dapur pacunya. Apple menyematkan chip M4 dengan konfigurasi 8-core CPU dan 9-core GPU, dipadukan dengan RAM 12GB.
Performa ini membuat iPad Air mampu bersaing bahkan dengan tablet flagship lain. Dalam pengujian benchmark seperti Geekbench 6, perangkat ini mencatat skor single-core sekitar 3.700 poin, unggul dari banyak kompetitor Android seperti Samsung Galaxy Tab S11.
Dengan tenaga sebesar ini, iPad Air 2026 sangat cocok untuk berbagai kebutuhan, mulai dari multitasking, editing ringan, hingga gaming.
Layar Masih Standar, Belum 120Hz
Meski performanya tinggi, sektor layar masih terasa “biasa saja”. iPad Air 2026 hadir dengan panel IPS berukuran 10,86 inci, resolusi 2360 x 1640, dan refresh rate 60Hz.
Kualitas warna dan akurasi tetap baik, namun tingkat kecerahan sekitar 500 nits membuatnya kurang optimal untuk penggunaan di luar ruangan.
Selain itu, absennya layar 120Hz mungkin menjadi catatan bagi pengguna yang menginginkan pengalaman visual lebih smooth.
Baterai Cukup untuk Seharian
Dari sisi daya tahan, iPad Air 2026 mampu bertahan hingga sekitar 12 jam untuk penggunaan browsing. Ini sudah cukup untuk kebutuhan harian seperti kerja ringan, belajar, atau hiburan.
Namun, jika dibandingkan dengan beberapa tablet Android, daya tahannya masih sedikit tertinggal. Meski begitu, performa tinggi yang ditawarkan tetap menjadi nilai jual utama.
Apple juga. tetap mempertahankan berbagai fitur penting di iPad Air 2026. Perangkat ini sudah menggunakan port USB-C dengan kecepatan hingga 10 Gbit/s, mendukung Apple Pencil, serta hadir dengan desain bodi aluminium premium.
Namun, ada beberapa kekurangan seperti tidak adanya sertifikasi tahan air (IP rating) dan bezel layar yang masih terlihat cukup tebal dibandingkan tablet modern.
iPadOS Masih Jadi Kompromi
Dari sisi software, iPad Air 2026 menjalankan iPadOS. Sistem ini memang semakin berkembang, terutama dalam hal multitasking.
Namun, untuk produktivitas tingkat lanjut, iPadOS masih belum bisa sepenuhnya menggantikan pengalaman desktop seperti macOS. Ini menjadi pertimbangan bagi pengguna yang ingin menjadikan tablet sebagai perangkat kerja utama.
Worth It untuk Siapa?
iPad Air 2026 bukanlah upgrade besar bagi pengguna yang sudah memakai generasi sebelumnya. Namun, bagi pengguna baru atau yang masih menggunakan model lama, perangkat ini sangat layak dipertimbangkan.
Dengan kombinasi performa tinggi, desain premium, dan harga yang relatif lebih terjangkau dibanding iPad Pro, perangkat ini menawarkan value yang sulit ditandingi di ekosistem Apple.
Scr/Mashable
















