Jabra Rilis Evolve3 dan PanaCast Room Kit Berbasis AI, Headset Mewah Dijual Rp12 Jutaan

21.04.2026
Jabra Rilis Evolve3 dan PanaCast Room Kit Berbasis AI, Headset Mewah Dijual Rp12 Jutaan
Jabra Rilis Evolve3 dan PanaCast Room Kit Berbasis AI, Headset Mewah Dijual Rp12 Jutaan

Perusahaan teknologi audio global, Jabra, memperkenalkan inovasi terbaru di Indonesia melalui peluncuran seri headset profesional Jabra Evolve3 dan sistem video Jabra PanaCast Room Kit. Kedua solusi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan kolaborasi di era kerja hibrida yang semakin mengandalkan integrasi audio, video, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Peluncuran yang digelar di Jakarta pada 21 April 2026 ini menegaskan fokus Jabra dalam menghadirkan pengalaman komunikasi yang lebih jernih, fleksibel, dan adaptif di berbagai skenario kerja, mulai dari penggunaan personal hingga ruang rapat berskala besar.

Country Manager, Enterprise, Indonesia Jabra, Louis Sudarso, menekankan bahwa kualitas audio masih menjadi elemen paling krusial dalam komunikasi digital. Menurutnya, kemampuan bekerja dari mana saja membuat kontrol terhadap lingkungan suara menjadi tantangan utama.

Ia menyebut, “Audio tetap menjadi yang nomor satu karena orang bisa bekerja di mana saja, tetapi kualitas lingkungan tidak selalu bisa dikontrol. Tantangannya adalah bagaimana menghadirkan kualitas suara terbaik di berbagai kondisi.”

Louis juga menyoroti pergeseran industri menuju teknologi berbasis AI. Jabra, kata dia, tidak hanya berfokus pada perangkat keras, tetapi juga memastikan produknya terintegrasi dengan ekosistem AI untuk mendukung perubahan cara kerja yang semakin digital.

“Sekarang semuanya tentang AI. Bagaimana solusi Jabra bisa terhubung dengan AI dan mendukung perubahan industri yang bergerak ke arah tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan teknologi Jabra memanfaatkan deep neural network (DNN) yang dikombinasikan dengan pengalaman perusahaan selama lebih dari 155 tahun dalam bidang audio. Data tersebut diolah menjadi algoritma khusus yang melahirkan teknologi “Jabra ClearVoice”, yang menjadi ciri khas kualitas suara produk mereka.

Di sisi lain, Jabra juga memperkenalkan inovasi pada perangkat video. Salah satu pembaruan penting adalah hadirnya speaker mic yang menggabungkan fungsi mikrofon dan speaker dalam satu perangkat, sehingga mampu mengurangi potensi gangguan suara (feedback) dan meningkatkan kualitas audio di ruang rapat.

Assistant Country Manager Jabra Indonesia, Yunieke Stephani, menjelaskan bahwa seri Evolve3 merupakan evolusi dari lini headset profesional Jabra yang telah dikembangkan selama lebih dari satu dekade.

Menurutnya, tren kerja saat ini tidak hanya menuntut kualitas suara, tetapi juga integrasi dengan AI serta desain yang lebih modern dan nyaman digunakan dalam berbagai situasi.

“Evolve3 dirancang untuk dunia kerja hibrida, sehingga bisa digunakan di mana saja dengan kualitas suara tetap optimal. Kami juga menghadirkan desain yang lebih stylish agar tidak lagi terkesan seperti headset contact center,” ujarnya.

Salah satu perubahan signifikan pada Evolve3 adalah desain tanpa boom arm (tangkai mikrofon). Meski demikian, kualitas suara tetap terjaga berkat teknologi DNN yang mampu menangkap dan memproses suara secara akurat, bahkan di lingkungan bising.

Selain itu, headset ini dilengkapi fitur adaptive active noise cancellation (ANC), peredam kebisingan angin, hingga indikator “busy light” yang membantu pengguna menghindari gangguan saat sedang melakukan panggilan.

Yunieke juga menyoroti integrasi dengan asisten AI seperti Copilot, Alexa, hingga Gemini, yang memungkinkan pengguna berinteraksi langsung melalui perintah suara tanpa harus mengetik. Menurutnya, akurasi penangkapan suara menjadi kunci dalam pemanfaatan AI secara optimal.

“Evolve3 mampu menangkap hingga 90 persen kata dengan akurat, sehingga hasil transkrip maupun respons AI menjadi lebih tepat,” katanya.

Di sisi daya, Evolve3 dibekali fitur pengisian cepat, di mana pengisian satu menit dapat digunakan hingga satu jam pemakaian, sementara penggunaan penuh dapat mencapai puluhan jam untuk panggilan maupun mendengarkan audio.

image 1 4sby

Sementara itu, dari lini video, Technical Product Marketing Manager Jabra, Ken Cheung, memperkenalkan PanaCast Room Kit sebagai solusi kolaborasi ruang rapat yang fleksibel dan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan.

Ia menjelaskan bahwa sistem ini dirancang untuk memberikan kemudahan instalasi tanpa konfigurasi rumit, sekaligus menghadirkan kualitas video dan audio yang konsisten di berbagai ukuran ruangan.

“Solusi ini bersifat scalable dan plug-and-play. Pengguna bisa mulai dari kebutuhan kecil, lalu menambah perangkat seperti speaker mic dan kamera seiring berkembangnya kebutuhan,” ujar Ken.

PanaCast Room Kit mendukung penggunaan hingga lima kamera dengan teknologi intelligent speaker tracking, yang mampu secara otomatis menyorot pembicara aktif dan menangkap seluruh sudut ruangan. Sistem ini juga diklaim mampu menjangkau ruang rapat hingga kapasitas 22 orang.

Dengan kombinasi inovasi audio berbasis AI dan sistem video multi-kamera, Jabra menargetkan solusi end-to-end untuk mendukung komunikasi kerja yang lebih inklusif dan efisien.

Louis menegaskan, kehadiran dua produk ini merupakan respons terhadap dinamika kerja hibrida yang terus berkembang, termasuk di Indonesia.

“Perusahaan membutuhkan teknologi kolaborasi yang tidak hanya andal, tetapi juga mampu beradaptasi dengan berbagai cara kerja. Solusi ini kami rancang untuk mendukung produktivitas dan komunikasi yang lebih inklusif, baik untuk individu maupun tim,” kata Louis.

Seri Jabra Evolve3 sudah mulai tersedia di mitra penjualan resmi Indonesia dengan banderol harga:

  • Jabra Evolve3 85: Rp12.440.880
  • Jabra Evolve3 75: Rp9.304.020

Sedangkan untuk Jabra PanaCast Room Kit, perangkat ini dijadwalkan akan tersedia di pasar Indonesia mulai Kuartal II (Q2) tahun 2026.

Scr/Mashable




Don't Miss