Legenda hidup Manchester United dan Timnas Belanda, Edwin van der Sar, mendapat sambutan luar biasa dari para pencinta sepak bola tanah air saat menyambangi kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Sabtu (27/6/2026).
Kunjungan ini bukan sekadar agenda temu sapa biasa, melainkan jadi momen berharga bagi pria berjuluk The Flying Dutchman tersebut untuk melihat langsung denyut nadi dan potensi besar sepak bola di negeri berjuluk Zamrud Khatulistiwa ini.
Di sela-sela acara, Van der Sar menyempatkan diri berbagi pandangan mengenai masa depan sepak bola Indonesia di kancah internasional. Menyaksikan langsung atmosfer luar biasa dari para suporter lokal, pria berusia 55 tahun ini optimistis bahwa melihat Timnas Indonesia berlaga di putaran final Piala Dunia hanyalah tinggal menunggu waktu.
“Tentu ada sedikit rasa disayangkan (karena belum lolos), tetapi saya sangat berharap di masa depan Indonesia bisa menembus Piala Dunia,” ujar Van der Sar meyakinkan.
Pria berusia 55 tahun ini menilai Indonesia memiliki modal fundamental yang sangat kuat, yakni jumlah populasi yang masif dan kecintaan yang luar biasa tinggi terhadap si kulit bundar. Faktor-faktor inilah yang ia anggap sebagai fondasi utama untuk membangun sepak bola profesional yang mampu bersaing di level Asia.
Terpukau Kultur Sepak Bola Jalanan dan Militansi Fans Jakarta
Selain memberikan analisis profesional, Van der Sar juga mengaku sangat menikmati energi positif yang terpancar dari sudut-sudut ibu kota Jakarta. Ia secara khusus memuji keindahan mural-mural bertema sepak bola jalanan yang estetik serta solidnya komunitas suporter lokal.
Momen ketika para penggemar mengenakan jersei merah kebanggaan Manchester United, lalu kompak menyanyikan chant-chant legendaris Old Trafford, sukses membuat mantan CEO Ajax Amsterdam ini merinding dan terkesan mendalam.
Sambutan hangat dan keramahan masyarakat lokal membuat Van der Sar merasa sangat betah. Ia menegaskan selalu merasakan suntikan energi positif setiap kali mendapat kesempatan berkunjung ke kawasan Asia Tenggara.
Dari Euforia Piala Dunia 2026 hingga Misi Rajai ASEAN
Kedatangan Van der Sar ke Indonesia sendiri merupakan bagian dari agenda perjalanannya yang sangat padat. Sebelum mendarat di Jakarta untuk memenuhi komitmen sponsor dan syuting podcast, ia baru saja berada di Amerika Serikat untuk menyaksikan langsung laga sengit antara Timnas Belanda melawan Swedia di putaran final Piala Dunia 2026.
Pengalaman empiris dari panggung tertinggi sepak bola dunia itu membuat penilaiannya tentang potensi Indonesia menjadi jauh lebih berbobot.
Sembari merajut mimpi menuju Piala Dunia, fokus terdekat dan paling realistis bagi Timnas Indonesia saat ini adalah menguasai panggung Asia Tenggara. Di bawah komando nakhoda anyar, John Herdman, Skuad Garuda kini tengah fokus membangun karakter permainan yang solid dan efektif demi mewujudkan ambisi merajai kawasan ASEAN, sebelum nantinya melangkah mantap menuju panggung dunia yang lebih besar.
Scr/Mashable















