Penyanyi, penulis lagu, sekaligus produser musik berkarkater dark-cinematic, Riani Sovana, kembali bergerak. Kali ini, ia mengajak pendengarnya untuk bernostalgia sembari merayakan lembaran baru lewat perilisan video “Cinta Bisa Diperjuangkan (Live Session)” yang udah mengudara di YouTube sejak 14 Agustus 2026.
Lagu ini bukan hanya single lepas, melainkan salah satu amunisi utama dari EP terbarunya yang bertajuk The Halloween Live Sessions. EP berisi lima trek ini resmi dilepas ke seluruh Digital Streaming Platform (DSP) pada 21 Agustus 2026.
Buat pendengar lama Riani Sovana, “Cinta Bisa Diperjuangkan” jelas punya tempat spesial. Lagu ini pertama kali dirilis pada tahun 2004 silam sebagai single debut dari album Benang Merah. Trek inilah yang menjadi pintu gerbang bagi Sovana untuk masuk ke industri musik Indonesia, bahkan sukses membawanya masuk ke jajaran nominasi Best Alternative Singer di ajang AMI Awards 2005.
Lebih dari dua dekade berlalu, Sovana kembali membawakan lagu ini dan menyadari satu hal: pesan di dalamnya enggak pernah usang. Ditulis di usianya yang masih muda, lagu ini adalah manifesto tentang keberanian untuk terus melawan dan berjuang, bahkan ketika realitas lagi hancur-hancurnya.

“It’s amazing bagaimana lagu yang aku tulis ketika lebih muda bisa menjadi penghibur sekaligus pembakar semangat yang mujarab sampai hari ini. Dan aku ingin membagikan semangat dari lagu ini ke teman-teman semua,” ujar Sovana menceritakan relevansi karyanya.
Secara musikalitas, kalau versi tahun 2004 dihajar dengan nuansa alternative rock yang kental, versi live session tahun 2026 ini justru dibuat telanjang. Sovana memilih format akustik dengan iringan baby grand piano dan gitar. Aransemen minimalis ini sengaja diracik buat ngasih ruang resonansi yang lebih besar pada karakter vokal Sovana yang sendu namun bertenaga.
Proyek The Halloween Live Sessions sendiri berakar dari rangkaian video live session yang pertama kali ditayangkan pada momen Halloween tahun 2025 lalu. Di EP ini, Sovana menghidupkan kembali lima lagu dari katalog lamanya: “Cinta Bisa Diperjuangkan”, “Sisi Gelap”, “Sudah Biasa”, “Cenayang”, dan “Senandung”. Proyek visualnya pun dieksekusi dengan serius, melibatkan penari kontemporer Pavel Gunawan dan sutradara Rima Mariana untuk memperkuat elemen teatrikal khas Sovana.
Riani Sovana memang dikenal sebagai musisi yang gemar mengeksplorasi wilayah gelap dan sinematik. Ia tercatat pernah berkolaborasi dengan nama-nama besar seperti Sujiwo Tejo, Atiek CB, Denny Chasmala, hingga komposer film Aghi Narottama. Belum lama ini, ketajamannya dalam menulis lagu juga dibuktikan lewat “Suatu Hari Kamu Akan Mengerti“, soundtrack film Penunggu Rumah: Buto Ijo (tayang Januari 2026) yang dinyanyikan oleh Ardina Rasti.
Sekarang, lewat The Halloween Live Sessions, Riani Sovana membuktikan bahwa karya yang bagus akan selalu menemukan ruangnya sendiri untuk terus hidup dan diperjuangkan.







![I.\ Artwork: Pulang - PUTICS \ [by Hibatullah Sukma]](https://hellokepsir.com/storage/2026/01/CopyofARTWORKPULANGbyHibatullahSukm-1-1024x1024.jpeg)





![I.\ Artwork Bumi Menangis - Man Sinner [unplugged version]](https://hellokepsir.com/storage/2026/01/ArtworkBumiMenangisManSinner-1024x1024.jpg)


