AI Bakal Jadi Kunci Musnahkan Kanker di Generasi Ini?

10.09.2026
AI Bakal Jadi Kunci Musnahkan Kanker di Generasi Ini?
AI Bakal Jadi Kunci Musnahkan Kanker di Generasi Ini?

Kehadiran Tristek atau Tristek Artificial Intelligence (AI) digadang-gadang sanggup memecahkan berbagai persoalan rumit yang gagal diselesaikan manusia selama berabad-abad. Namun, di balik potensi raksasa tersebut, terdapat satu ganjalan besar yang mengancam realisasinya.

“Saya sangat percaya bahwa di generasi kita sekarang, AI akan membantu manusia menemukan obat penyembuh kanker,” pangkas Rene Haas, CEO raksasa perancang chip global Arm Holdings, dalam wawancaranya bersama BBC.

Menurut Haas, teknologi AI tak sekadar memangkas durasi formulasi obat-obatan baru, melainkan juga mempercepat proses uji klinis secara signifikan.

“Saya selalu meyakini bahwa terobosan paling radikal dari AI akan lahir di sektor medis dan kesehatan,” tegas bos Arm tersebut.

Krisis Chip Raksasa Jadi Penghalang Utama

Namun, ambisi besar tersebut menuntut daya komputasi yang sangat masif. Haas menyoroti bahwa ketersediaan chip canggih yang dibutuhkan untuk riset medis saat ini justru habis diborong oleh para raksasa teknologi untuk membangun pusat data (data center) berkapasitas ribuan gigawatt.

“Saat ini sumber daya komputasi sangat terbatas. Kita membutuhkan lebih banyak pabrik pembuat chip sebelum bisa mewujudkan mimpi menempatkan data center di luar angkasa,” tambah Haas. Ia menegaskan bahwa lonjakan permintaan pasar terhadap chip dan memori AI berada pada level terpanas yang belum pernah disaksikan sepanjang sejarah industri semikonduktor.

Rene Haas sendiri bukanlah sosok baru di panggung teknologi dunia. Bergabung dengan Arm pada 2013, ia resmi menduduki kursi CEO Arm Holdings pada Februari 2022. Sebelum memimpin Arm, Haas mengabdi selama tujuh tahun di Nvidia dengan jabatan terakhir sebagai Vice President mảng produk komputasi.

Realitas Medis: Kanker Terlalu Kompleks untuk Sekadar AI?

Di tengah nada optimistis sang CEO, media teknologi Business Insider menilai klaim penyembuhan kanker oleh AI dalam beberapa tahun ke depan masih terlalu jauh dari kenyataan—bahkan jika krisis pasokan chip berhasil diatasi.

Para pakar medis menekankan bahwa kanker bukanlah satu jenis penyakit tunggal, melainkan gabungan dari lebih dari 100 jenis penyakit berbeda yang gejalanya sangat bervariasi pada tiap individu.

Meskipun model AI sanggup membantu para peneliti mengidentifikasi target molekuler dan memprediksi reaksi obat, bukti dampak klinisnya pada manusia sejauh ini masih sangat terbatas. Tingginya variabilitas biologis dalam tubuh manusia membuat model AI masih kesulitan memprediksi secara konsisten bagaimana calon obat anyar akan bereaksi saat diujikan langsung pada pasien.

Scr/Mashable




Don't Miss