Bismillah, Assalamualaikum, Tabik Pun…
Halo warga Bandar Lampung, baik yang lahir di era 70-an, 80-an seperti saya, 90-an sampai Gen Z yang menguasai era ini. Yang saya tuliskan ini adalah sebuah keresahan dan bentuk cinta saya sebagai warga Bandar Lampung, Lampung yang sejak kecil sampai sekarang saya berumur 45 tahun dengan satu istri dan empat orang anak tumbuh besar dan melihat Enggal dan Area Saburai tumbuh berkembang.
Dulu, kita ketahui area Saburai, Enggal – Bandar Lampung terdiri dari 3 area berbeda yaitu: area lapangan tanah merah (lapangan softball) yang kini sudah berubah menjadi Masjid Al Bakrie yang sangat agung, indah dan saya rasa pas dibangun di sana walaupun sayangnya pengganti fasilitas umum sebelumnya berupa lapangan terbuka yang menyediakan taman, lapangan basket dan skate park menjadi hilang entah ke mana tak ada gantinya.
Kedua, adalah area GOR Saburai yang sangat legendaris di mana banyak pertandingan olahraga khususnya basket digelar di sana dengan proper dan kapasitas penonton yang besar, dan tak lupa di sana juga telah banyak digelarnya pertunjukan musik bersejarah seperti Total Underground pertama, yaitu sebuah pagelaran musik underground pertama di Lampung dan diikuti dengan konser-konser besar setelahnya yaitu band-band nasional seperti Netral, Sheila on 7, dan Gigi serta band nasional lainnya, yang sekarang area ini berubah bentuk menjadi food court yang masih merupakan project dan bagian dari Masjid Al Bakrie.
Nah area ketiga ini yang kita masih bisa lihat dan nikmati yaitu Lapangan Saburai yang luas dan diaspal, yang pengelolaannya secara kasatmata di bawah Gatam alias Garuda Hitam alias tentara angkatan darat. Pada prinsipnya saya sebagai warga tidak peduli siapa yang mengelola, namun kenyataan pahitnya adalah Lapangan Saburai tersebut yang sering digelarnya konser musik, pasar malam, pasar kuliner hingga local clothing fest yang artinya adalah secara ekonomi menghasilkan banyak uang, namun sampai dengan hari ini pengelolaannya dan pemandangannya mengerikan.
Ya, mengerikan. Pagar yang mengelilingi tidak pernah dipugar dan banyak yang retak serta posisinya miring, sangat membahayakan pejalan kaki serta kendaraan yang parkir di sekitarnya. Bagian taman di pojokan Lapangan Saburai tersebut berdiri pohon besar yang rindang, namun di bawahnya tidak terawat dan menjadi space yang mubazir yang seharusnya bisa dibuat food court, bazaar UMKM ataupun sekadar kios-kios seni atau apa pun peruntukannya yang bermanfaat.
Pertanyaan besarnya adalah, ke mana larinya uang-uang hasil penyewaan Lapangan Saburai beberapa dekade ini, masuk ke kantong siapa, digunakan untuk apa, lalu kenapa tidak ada sepeser pun yang digunakan kembali untuk memperindah atau membuat modern lapangan tersebut, baik bagian dalamnya maupun pagar yang mengelilinginya.
Banyak media cetak besar dan online di Lampung yang diam seribu bahasa tidak pernah membahasnya, padahal Lapangan Saburai adalah wajah Lampung dan Ibukotanya yaitu Bandar Lampung. Area ini terkesan tertinggal pembangunannya dibanding area di sebelahnya yang sudah menjadi modern yaitu Masjid Al Bakrie dan Food Court Al Bakrie. Apakah karena Lapangan Saburai dikelola oleh tentara yang membuat mereka diam dan kita semua diam?
Sudah saatnya warga Lampung dan Bandar Lampung, khususnya pemerintah daerah berperan serta mengawal proses pembangunan dan peremajaan serta modernisasi Lapangan Saburai, entah bekerja sama kepada siapa pengelola yang legal atas Lapangan Saburai – Enggal tersebut. Karena ini bukan soal kritik atau tulisan yang bertujuan politik, ini adalah tulisan yang mengajak kita semua beserta pemerintah daerah untuk berpikir keras dan punya keinginan besar membangun Lampung, Bandar Lampung dan Lapangan Saburai.
Pembangunan bukan hanya soal aspal, gedung-gedung, pertanian, namun juga harus dipikirkan pembangunan ikon daerah yang merupakan fasilitas umum yang merupakan tempat hiburan murah atau bahkan gratis untuk rakyat Lampung. Karena kita semua mungkin setuju, ikon daerah bukan hanya gapura dan tugu-tugu, tapi fasilitas umum yang mumpuni untuk rakyatnya.
Semoga ada gerakan dari kita semua dan instansi terkait yang berwenang, untuk memulai pembangunan Lapangan Saburai yang modern, bermartabat dan bermanfaat agar dapat dinikmati manfaatnya untuk semua warga Lampung, bukan hanya untuk segelintir orang saja.
















