Ketika Agresi di Panggung Melampaui Batas

Insiden Tendangan di Konser Defectice dan Refleksi Scene Hardcore.
31.12.2024
Cimeng, vokalis band Hardcore asal Bogor, Defectice, jadi sorotan usai video dirinya menendang kepala penonton saat live viral di media sosial.
Cimeng, vokalis band Hardcore asal Bogor, Defectice, jadi sorotan usai video dirinya menendang kepala penonton saat live viral di media sosial.

Moshpit yang awalnya sebagai bentuk ekspresi dan euforia, bisa berubah jadi ajang kekerasan kalau nggak ada batasan yang jelas. Dorongan yang terlalu keras, sikut yang melayang, atau bahkan tendangan, bisa mencederai penonton lain. Ini bukan cuma terjadi di Indonesia, tapi juga di scene musik ekstrem di seluruh dunia.

Buat yang sering nongkrong di gigs hardcore, metal atau musik ekstrem lainnya, pasti nggak asing sama yang namanya moshpit. Sebuah ritual wajib di mana para penonton saling dorong, lompat, dan headbang dengan brutal. Moshpit memang jadi wadah buat melepaskan energi dan adrenalin, tapi di sisi lain juga menyimpan potensi bahaya, bahaya lagi kalo bandnya kurang mendukung untuk menciptakan suasana konser yang asik. Insiden di konser Defectice ini salah satu contohnya.

Kejadian di konser band hardcore asal Bogor, Defectice. Sebuah video yang memperlihatkan seorang seorang vokalis menendang kepala penonton saat band-nya lagi perform, sukses bikin geger. Diketahui bahwa vokalis tersebut adalah Cimeng, vokalis dari band Defectice, band hardcore asal Bogor. Cimeng, pun langsung gercep merespons kejadian ini dengan permintaan maaf melalui Instagram Storynya.

Nah, jadi…

Menanggapi video yang viral tersebut, Cimeng, vokalis Defectice, langsung memberikan klarifikasi dan permintaan maaf melalui Instagram Story. Ia menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi dan menegaskan bahwa bandnya tidak pernah mendukung tindakan kekerasan dalam bentuk apapun. Langkah cepat yang diambil Cimeng ini patut diapresiasi. Sebagai representasi band, ia menunjukkan tanggung jawab dan kepedulian terhadap penontonnya.

Instagram: @187__deep
Instagram: @187__deep

Permintaan maaf melalui media sosial seperti Instagram Story, Reels, dan X (a.ka. Twitter), memang menjadi cara yang umum dilakukan oleh siapapun saat ini untuk merespons kejadian yang viral. Hal ini memungkinkan mereka untuk berkomunikasi langsung dengan para penggemar, pencari viral, pencari pembenaran atau apapun itu sejenisnya untuk memberikan klarifikasi secepatnya.

Insiden ini seharusnya jadi bahan refleksi buat kita semua, terutama para pelaku di scene musik ekstrem. Baik band, penyelenggara acara, maupun penonton, punya peran penting dalam menciptakan suasana konser yang aman dan kondusif dan asik.

Kejadian ini tentu memberikan dampak negatif bagi citra scene hardcore lokal. Stigma negatif tentang kekerasan dan anarki bisa semakin melekat. Oleh karena itu, penting bagi komunitas hardcore untuk menunjukkan bahwa mereka bisa lebih dewasa dan bertanggung jawab.

Insiden ini jadi pelajaran berharga bagi kita semua. Bahwa musik, khususnya musik hardcore yang penuh energi, seharusnya jadi wadah ekspresi yang positif, bukan ajang untuk melampiaskan agresi. Aamiiin… Keep the scene alive, but keep it safe!

(.)




Don't Miss