Jika ada satu hal yang dikuasai oleh Cody Jon, musisi independen asal Australia ini, itu adalah seni membuat kita berdansa di atas luka hati sendiri. Lewat single terbarunya, ‘Keyring’, Cody kembali membuktikan bahwa tragedi romansa bisa terdengar begitu catchy, stylish, dan sangat adiktif.
Lagu ini bukan sekadar lagu putus cinta biasa. Ini adalah sebuah antem bagi mereka yang terjebak dalam siklus “putus-nyambung”—sebuah situationship yang melelahkan namun sulit diakhiri.
Berbeda dengan lagu pop melankolis pada umumnya yang cenderung mendayu, ‘Keyring’ justru hadir dengan pendekatan yang segar. Lagu ini menyajikan perpaduan manis antara Jazz, Indie Pop, dan R&B, menciptakan tekstur suara yang kaya namun tetap ringan di telinga.
Cody, yang dikenal cerdas dalam meramu lirik, menggunakan metafora “gantungan kunci” (keyring) untuk menggambarkan beban emosional yang terus kita bawa kemana-mana.
“Lagu ini adalah caraku menertawakan rasa sakit saat aku masih berada tepat di dalamnya,” ungkap Cody.
Secara naratif, lagu ini berangkat dari pengalaman pribadinya yang kacau: sebuah perpisahan yang terus berulang. Pertemuan tak terduga, ajakan untuk sekadar catching up, yang berujung pada hati yang patah untuk kesekian kalinya. Cody berhasil menangkap esensi kebingungan dan kerinduan itu dengan cara yang raw, rentan, namun tetap jenaka (witty).

Sihir dari ‘Keyring’ tidak lepas dari tangan dingin produser Oscar Sharah dan Pat Byrne. Lagu ini lahir dari sesi jamming larut malam yang organik.
Kombinasi instrumen live—gitar nylon yang hangat, dentingan piano, dan bassline yang groovy—dilebur dengan produksi elektronik eksperimental. Hasilnya adalah atmosfer yang terasa nostalgik (mengingatkan kita pada era emas Pop/R&B tahun 2000-an) namun tetap terdengar relevan dan fresh untuk standar musik hari ini.
Siapa Sebenarnya Cody Jon?
Bagi Kamu yang baru menyelami diskografi Cody, selamat datang di Cody Jon-iverse. Ia bukan sekadar penyanyi; ia adalah seorang performer paket lengkap.
Vokalnya yang sehalus sutra (silky-smooth) dan kecintaannya pada estetika Old Hollywood membuatnya menonjol di tengah gempuran musisi pop baru. Media sekelas ELLE Japan bahkan menyandingkan karyanya dengan nama-nama besar seperti FLO, PinkPantheress, Tate McRae, hingga sensasi jazz-pop terkini, Laufey.
Musik Cody adalah definisi dari “lagu sedih yang enak buat joget”. Ia tidak malu merangkul elemen hook yang kuat ala bintang pop 90-an, namun memproduserinya dengan kebebasan (dan sedikit kegilaan) seorang penggemar musik lintas genre.
Jejak Karier dan Panggung Global
Sejak merilis EP debutnya pada 2022 yang memuat lagu viral seperti ‘dirty dancing’ dan ‘STAGEFRIGHT’, karier Cody melesat cepat. Ia bukan hanya jago kandang di dunia maya; panggung live-nya dikenal memukau dengan koreografi yang tajam.
- Panggung Internasional: Cody telah tampil di festival bergengsi seperti SXSW dan BIGSOUND.
- Tur Global: Menjelajah dari Tokyo, Austin, hingga Sydney dengan pertunjukan headline.
- Pengakuan Media: Mendapat sorotan rutin dari Triple J, MTV, iHeart Radio, hingga 2DAYFM.
Dengan hadirnya ‘Keyring’, Cody Jon semakin mempertegas posisinya sebagai artis independen yang patut diperhitungkan. Ia mengajak pendengarnya untuk merayakan kerapuhan, menertawakan nasib percintaan yang tragis, dan tentu saja: terus berdansa.
Tahun 2025 diprediksi akan menjadi tahun di mana semesta Cody Jon semakin meluas. Dan jika ‘Keyring’ adalah indikatornya, kita siap menyambut apa pun yang ia tawarkan selanjutnya.









![I.\ Artwork: Pulang - PUTICS \ [by Hibatullah Sukma]](https://hellokepsir.com/storage/2026/01/CopyofARTWORKPULANGbyHibatullahSukm-1-1024x1024.jpeg)





![I.\ Artwork Bumi Menangis - Man Sinner [unplugged version]](https://hellokepsir.com/storage/2026/01/ArtworkBumiMenangisManSinner-1024x1024.jpg)





