Lampung sepertinya sedang tidak baik-baik saja—dalam artian positif. Gelombang musisi keren terus bermunculan dari sana, dan kali ini giliran unit Hard Psychedelic Rock bernama Kei N The Rainbow Bridge yang unjuk gigi.
Band yang terbentuk sejak 2018 ini baru saja melepas single keempat mereka bertajuk “Wings of Despair”.
Jika lo mendengarkan tiga materi mereka sebelumnya (Save Me, Time Traveler, Midnight Prayer), lo bakal sadar ada sesuatu yang beda di sini. Lewat “Wings of Despair”, KEI (sapaan akrab band ini) melakukan manuver tajam. Mereka menyajikan warna musik yang lebih eksperimental, tidak biasa, dan jauh lebih gelap.
Tembok Suara Tiga Gitar
Satu hal yang bikin band ini menarik adalah formasinya. Mereka punya tiga gitaris sekaligus: Lingga Wicaksono (Vokal/Gitar), Waaacky (Gitar), dan Aqshal Vito (Gitar). Ditambah Rasyid Permadi (Bass) dan Zaheddy Vitto (Drum), lo bisa bayangkan betapa tebalnya tembok suara yang mereka bangun.
Di lagu ini, sound yang dihasilkan terasa masif. Distorsi yang berlapis-lapis seolah menjadi latar sempurna untuk tema lagu yang diangkat.

Tentang Ketakutan Terhadap Diri Sendiri
Dalam siaran pers-nya, mereka mengatakan kalau “Wings of Despair” (Sayap Keputusasaan) adalah potret buram kondisi mental seseorang. Liriknya menyoroti penderitaan batin, hilangnya jati diri, dan kecemasan yang mencekik.
Ini adalah lagu tentang momen ketika lo bercermin, tapi lo takut melihat bayangan lo sendiri. KEI berhasil menerjemahkan rasa takut itu menjadi sebuah komposisi rock yang bising namun emosional.
Filosofi Penghubung Dua Dunia
Nama band ini mungkin terdengar panjang dan berwarna, tapi filosofinya cukup dalam. “Kei” berarti anugerah. “Rainbow” adalah simbol keberagaman emosi. Dan “Bridge” adalah jembatan.
Mereka percaya musik adalah anugerah yang menjadi jembatan penghubung segala hal: emosi manusia, masa lalu dan masa depan, bahkan jembatan antara mereka yang masih hidup dengan yang sudah mati. Gitu.
Visi besar itulah yang coba mereka tawarkan. “Wings of Despair” rencananya bakal masuk ke dalam EP mereka yang akan segera rilis.
Lagu ini adalah bukti kalau skena musik Lampung punya amunisi yang berbahaya. Mereka siap membawa perubahan lewat musik yang kaya, inovatif, dan enggak takut bereksperimen.


![I.\ Artwork: Pulang - PUTICS \ [by Hibatullah Sukma]](https://hellokepsir.com/storage/2026/01/CopyofARTWORKPULANGbyHibatullahSukm-1-1024x1024.jpeg)







![I.\ Artwork Bumi Menangis - Man Sinner [unplugged version]](https://hellokepsir.com/storage/2026/01/ArtworkBumiMenangisManSinner-1024x1024.jpg)




