Dalam sebuah band, pemain bass seringkali berdiri di area yang kurang sorotan; menjaga detak jantung musik di samping drummer, membiarkan vokalis dan gitaris mencuri perhatian. Tapi bagi Danny Eriawan, bass adalah pena utamanya untuk menulis riwayat hidup.
Di penghujung tahun 2025, musisi veteran asal Yogyakarta ini—di bawah nama panggung Tyagasvara—merilis EP (Mini Album) bertajuk “Svarna”.
Ini adalah rilisan yang monumental. “Svarna” dirancang sebagai penanda 30 tahun Danny Eriawan mendedikasikan hidupnya di jalan musik (1995-2025). Dari musisi kafe, session player artis ibu kota, hingga menjadi tulang punggung ritmik di kelompok legendaris Kua Etnika dan Orkes Sinten Remen.

Entitas Baru di Frekuensi Rendah
Danny tidak menggunakan nama aslinya untuk proyek ini, melainkan Tyagasvara. Nama ini lahir saat pandemi sebagai kendaraan kreatif di mana ia bisa menjadi sutradara atas bunyinya sendiri.
“Svarna” berisi lima trek instrumental di mana bass tidak lagi berfungsi sebagai pelengkap, tapi sebagai pemeran utama. Lagu-lagu seperti ‘The Lady and The Sunshine’ dan ‘Gasteros!’ menyajikan eksplorasi sound yang kaya.
Danny mengaku proses produksi selama lima bulan ini mengubah pola pikirnya. Ia banyak bermain dengan perangkat keras (hardware) analog untuk mengejar desain suara yang spesifik dan hangat. Perekamannya dilakukan di tiga tempat sakral bagi musisi Jogja: Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK), KebonTomo Studio, dan Kamar Suara Studio.
Kolaborasi Lintas Generasi
Meski ini proyek solo, Danny tidak egois. Ia membuka pintu studionya lebar-lebar untuk kolaborator yang ia percaya bisa memperkaya tekstur lagunya.
Ia menggandeng Tomo Widayat dan Wiwit Yulian sebagai co-music producer. Di departemen pemain, daftarnya cukup mentereng: ada Aang (The Rain) pada drum, Ruang String Quartet yang memberi sentuhan orkestra, hingga energi muda dari Agib Tanjung dan Bagoes Kresnawan (Smarai).
“Aku ingin membawa dan mengenalkan ‘Svarna’ ke ruang dengar seluas-luasnya. Masing-masing kolaborator punya personal unik yang memperkuat karakter lagunya,” jelas Danny.
Babak Baru Tyagasvara
“Svarna” yang dirilis digital pada 1 Desember 2025 mungkin adalah puncak dari fase instrumental Danny. Namun, ia memberi bocoran bahwa Tyagasvara tidak akan berhenti di sini. Ke depannya, ia berencana mulai memasukkan elemen vokal dan lirik ke dalam karyanya.
Tapi sebelum masa itu datang, mari kita nikmati bagaimana seorang master frekuensi rendah bercerita tanpa perlu mengucapkan satu kata pun lewat EP ini.
![Tyagasvara dan ‘Svarna’: Saat Bassist Veteran Keluar dari Bayang-Bayang untuk Bercerita 1 Artwork: Svarna - Tyagasvara [by Christian Dwi Nugroho]](https://hellokepsir.com/storage/2025/12/SVARNAARTWORKbyChristianDwiNugroh-1024x1024.jpeg)


![I.\ Artwork: Pulang - PUTICS \ [by Hibatullah Sukma]](https://hellokepsir.com/storage/2026/01/CopyofARTWORKPULANGbyHibatullahSukm-1-1024x1024.jpeg)





![I.\ Artwork Bumi Menangis - Man Sinner [unplugged version]](https://hellokepsir.com/storage/2026/01/ArtworkBumiMenangisManSinner-1024x1024.jpg)





