Lagi lagi… Jakarta Timur memang enggak pernah kehabisan energi untuk urusan musik keras. Dan kali ini, giliran Ürban Myth yang ambil giliran buat teriak di depan mik.
Unit punk-rock yang sekarang berbasis di wilayah timur ibu kota ini, baru saja melepas mini-album debut bertajuk ‘Quiet and Restrained’ (2025). Di bawah naungan label Wasted Rockers Recordings, EP ini bukan tentang koleksi lagu cinta-cintaan. Isinya padat dengan kritik sosial, politik, dan kejengkelan terhadap budaya internet hari ini.
Atensi Sebagai Mata Uang
Di saat banyak orang berlomba jadi viral, Ürban Myth justru muak. Lintang (vokal & gitar) menjelaskan kalau EP ini adalah kumpulan opini mereka yang sudah menumpuk di kepala.
“‘Quiet and Restrained’ adalah kumpulan opini terhadap keadaan sosial dan politik, terutama ketika teknologi internet semakin mutakhir, di mana atensi menjadi semacam sumber daya atau mata uang,” ujar Lintang.
Poin kritiknya tajam: kita hidup di era di mana atensi manusia sudah berubah jadi sumber daya, bahkan mata uang. Monetisasi internet bikin segalanya jadi komoditas—dan Ürban Myth memilih merespons kegilaan itu dengan distorsi.
Jejak Jatinangor dan Transformasi Nama
Meski sekarang identik dengan Jakarta Timur, akar band ini sebenarnya tumbuh di Jatinangor pada 2015. Dulu mereka bernama Rigid. Sempat ganti kulit jadi Bad Faith di mana mereka cuma fokus nulis dan rekam lagu tanpa manggung, akhirnya pada 2022 mereka mantap pakai nama Ürban Myth.

Formasi solid mereka saat ini diisi oleh Lintang, Vebrizal (gitar & vokal latar), Dani (bas & vokal latar), dan Rian (drum).
Urusan produksi, mereka enggak main-main. EP ini direkam, di-mixing, dan di-mastering oleh Pemil, gitaris band punk ugal-ugalan Total Anarchy, sepanjang periode 2023-2024. Jadi soal kualitas sound, jaminan mutu lah.
Kiblat 90-an
Secara musikal, Ürban Myth jelas memuja kecepatan. Mereka terang-terangan mengaku terpengaruh band-band melodic-hardcore dan skate-punk dekade 90-an. Nama-nama besar kayak No Fun At All, Satanic Surfers, Good Riddance, sampai Propagandhi jadi cetak biru musik mereka.
Jadi, kalau kamu kangen sama beat drum yang ngebut dan lirik yang nampol logika, ‘Quiet and Restrained’ wajib nih masuk playlist. Ini bukti kalau punk rock di Jakarta belum mati, dia cuma lagi nyusun strategi buat ngelawan algoritma.





![I.\ Artwork: Pulang - PUTICS \ [by Hibatullah Sukma]](https://hellokepsir.com/storage/2026/01/CopyofARTWORKPULANGbyHibatullahSukm-1-1024x1024.jpeg)





![I.\ Artwork Bumi Menangis - Man Sinner [unplugged version]](https://hellokepsir.com/storage/2026/01/ArtworkBumiMenangisManSinner-1024x1024.jpg)





