Biasanya, narasi band Pop Punk itu seragam: anak pinggiran kota besar, benci sekolah, makan pizza, dan galau soal cewek. Tapi Wakeupkids! mengacak-acak stereotip itu dengan latar belakang yang jauh lebih menarik.
Mereka berasal dari Padukuhan Walikangin, sebuah desa di pesisir selatan Gunungkidul. Jauh dari hingar-bingar skena Jaksel atau Bandung.
Yang bikin trio ini (Afilan, Shiddieq, Danu) beda dari ribuan band Pop Punk generik lainnya adalah keseharian mereka. Saat enggak sibuk nulis lagu soal patah hati, mereka adalah pengiring musik kesenian tradisional Jathilan di kampungnya.
Bayangin kontrasnya: tangan yang sama yang menabuh gamelan mistis di siang hari, berubah membetot gitar penuh distorsi di malam hari.
Menembus Isolasi Geografis
Pada 20 Desember 2025 kemarin, mereka melepas single bertajuk “Titik Temu”. Lagu ini disiapkan sebagai salam pembuka menuju debut EP Cycle of Affection yang bakal mendarat tahun depan.
Secara tema, “Titik Temu” mungkin terdengar klasik di telinga penggemar genre ini: kisah pemuda desa yang putus asa soal cinta, gagal berkali-kali, sampai akhirnya ketemu satu harapan baru.
Tapi konteks geografis bikin lagu ini punya bobot lebih. Ini adalah teriakan dari anak-anak pesisir yang menolak dibatasi oleh lokasi. Bagi Wakeupkids!, internet dan musik adalah paspor mereka untuk keluar dari isolasi desa tanpa perlu meninggalkan akar budaya mereka.

Jembatan Desa dan Kota
Afilan Bagti (gitar/vokal) menegaskan posisi band ini. Mereka enggak mau cuma jadi penonton industri musik yang sentris di kota besar.
“Kami ingin suara kami menjadi jembatan antara kesepian dan kebersamaan, antara kegemparan hidup dan momen sunyi,” ujar Afilan.
Wakeupkids! menawarkan perspektif unik: Lo bisa main musik modern yang relevan buat anak urban, tapi tetap napak tanah di kebudayaan tradisional desa. Mereka adalah bukti hidup bahwa kreativitas enggak butuh KTP kota metropolitan.
Jadi, kalau lo mau dengerin gimana rasanya kegalauan remaja yang lahir di antara deburan ombak pantai selatan dan bunyi gamelan, coba simak “Titik Temu”.








![I.\ Artwork: Pulang - PUTICS \ [by Hibatullah Sukma]](https://hellokepsir.com/storage/2026/01/CopyofARTWORKPULANGbyHibatullahSukm-1-1024x1024.jpeg)





![I.\ Artwork Bumi Menangis - Man Sinner [unplugged version]](https://hellokepsir.com/storage/2026/01/ArtworkBumiMenangisManSinner-1024x1024.jpg)




