Kita sampai di penghujung 2025. Selamat, lo masih hidup. Mengingat setahun ke belakang isinya cuma drama politik, kenaikan pajak, dan rentetan bencana alam yang bikin peta Indonesia makin banyak warna merahnya, bisa bernapas sampai 31 Desember adalah prestasi.
Wajar kalau lo pengen party. Wajar kalau lo pengen teriak, mabuk (kalau lo minum), atau sekadar joget sampai kaki kram buat merayakan fakta bahwa lo survived.
Tapi, mari kita realistis sebentar.
Di saat lo lagi mikir mau beli kembang api harga jutaan atau sewa villa di Puncak, saudara-saudara kita di beberapa titik bencana lagi mikir besok makan apa di tenda pengungsian. Vibe-nya lagi enggak pas buat pamer kemewahan. Melakukan selebrasi gila-gilaan di tengah situasi ini bukan cuma norak, tapi juga tone-deaf tingkat dewa.
Jadi, gimana caranya menyambut 2026 tanpa harus jadi pertapa di gua, tapi juga enggak jadi orang brengsek yang nirempati? Simak panduan bertahan hidup di malam tahun baru versi sadar diri ini:
1. Ganti Kembang Api dengan ‘Konten’ yang Lebih Berguna
Jujur aja, kembang api itu keren cuma di 5 detik pertama. Sisanya cuma polusi suara, polusi udara, dan duit yang dibakar harafiah. Di tahun 2025 ini, bakar duit buat ledakan warna-warni di langit sementara orang lain kehilangan atap rumah adalah definisi “kampungan”.
Solusi: Alihkan bujet kembang api lo buat beli makanan enak. Undang temen-temen lo ke rumah. Bikin potluck. Makan enak itu bikin dopamin naik lebih awet daripada liat percikan api. Plus, kucing tetangga lo bakal berterima kasih karena enggak jantungan.
2. Konsep ‘Tiket Masuk’ Donasi
Kalau lo yang punya hajat bikin house party atau nongkrong di kosan, coba bikin aturan main baru. Tiket masuknya bukan bawa alkohol atau camilan, tapi bukti transfer donasi.
Enggak usah bingung mau nyumbang ke mana. Saat ini saudara-saudara kita di Sumatera lagi butuh banget bantuan pasca bencana. Lo bisa langsung arahkan temen-temen lo ke kampanye Setara Peduli Sumatera.
👉 Salurkan bantuan lo di sini: Bantu Korban Bencana Sumatera (Kitabisa)
Minta temen lo nyumbang seikhlasnya, mau 10 ribu atau 100 ribu, bebas. Kumpulin buktinya. Percaya sama gue, mabuk atau kenyang karena makan-makan yang diawali dengan donasi itu aftertaste-nya lebih manis. Lo bisa seneng-seneng tanpa rasa bersalah. Itu namanya hedonisme yang bertanggung jawab.
3. Kurangi Pamer di Story (Lowkey is the New Luxury)
Kita tahu lo pengen eksis. Tapi posting video lo lagi mandi confetti atau buka botol mahal saat timeline orang lain isinya berita banjir bandang atau gempa susulan itu… cringe.
Simpan momen itu buat lo dan circle lo aja. Nikmati momennya secara offline. Di era di mana semua orang haus validasi, menjadi misterius dan menikmati kebahagiaan secara privat adalah kemewahan yang sesungguhnya. Biarkan 2026 dimulai dengan mentalitas: Less flexing, more living.
4. Playlist yang Manusiawi
Tahun baru enggak harus selalu jedag-jedug EDM 140 BPM yang bikin jantung mau copot. Coba kurasi playlist yang lebih reflektif. Putar album-album lokal yang rilis tahun ini (banyak yang bagus, cek arsip ulasan kita sebelumnya). Musik yang bagus itu membangun ambience, bukan bikin kuping pengeng. Kalau venue lo di area perumahan padat, tetangga lo yang mungkin lagi pusing mikirin cicilan atau keluarga yang sakit bakal sangat menghargai volume musik yang waras.
5. The Ultimate Cooldown: Zikir dan Refleksi (Buat yang Muslim)
Ini serius. Setelah lo capek ketawa-ketiwi, makan-makan, atau ngobrol ngalor-ngidul soal resolusi yang kemungkinan besar gagal lagi, luangkan waktu di jam-jam kritis pergantian tahun.
Buat lo yang muslim, Zikir Bersama atau Muhasabah di masjid (atau di pojokan kamar lo sendiri) itu bukan aktivitas “orang tua” doang. Itu adalah bentuk meditasi paling purba.
Duduk diam, mengingat Tuhan, dan mendoakan mereka yang sedang tertimpa musibah adalah cara terbaik buat grounding (membumi). Di tengah hingar-bingar terompet, keheningan zikir itu powerful. Itu momen lo sadar kalau lo kecil banget, dan masalah lo mungkin enggak ada apa-apanya dibanding mereka yang kehilangan rumah.
Tutup malam itu dengan doa. Doa buat diri lo biar makin waras di 2026, dan doa solidaritas buat para penyintas bencana biar dikuatkan bahunya.
Kesimpulan: Tahun baru kali ini bukan soal seberapa keras lo berteriak, tapi seberapa peka lo mendengar. Silakan bersenang-senang, lo berhak kok. Tapi pastikan kaki lo tetap napak di tanah, dan hati lo tetap nyambung sama realita.
Stay safe, stay humble. Sampai jumpa di 2026.














![Poster 2025 STAYC TOUR [STAY TUNED] yang akan digelar di Istora Senayan pada bulan Juni mendatang (Foto: Tangkap layar Instagram @dyandraglobal)](https://hellokepsir.com/storage/2025/03/etbh03pwe93rykt-1024x768.jpeg)
